BisnisEkonomi

Solusi Cepat Punya Rumah Meski Bergaji UMR, Simak Yuk!

Solusi Cepat Punya Rumah Meski Bergaji UMR, Simak Yuk!

Di kota besar seperti Jakarta, menjalani hidup di atas standar rasanya sangat sulit bila mengandalkan gaji UMR yang tidak seberapa. Jangankan mau ngopi dan kongko dengan teman-teman sepulang kerja, bisa kenyang makan empat sehat lima sempurna saja rasanya sudah luar biasa.

Tetapi, kalau sampai tidak mampu mengatur keuangan dengan baik, impian yang selama ini diharapkan dengan hidup sebagai perantauan di Ibu Kota bisa rusak seketika.

Karena mulai dari makan hingga tempat tinggal dengan cara kos harus bisa dipenuhi setiap bulannya. Dengan bergaji minimum, lantas bagaimana jika ingin punya rumah?

Apakah keinginan ini hanya sebatas mimpi atau bisa terwujud dengan mengandalkan gaji UMR? Ingatlah kalimat “tidak ada yang tidak mungkin”. Apapun yang diinginkan pada dasarnya bisa terwujud, termasuk keinginan untuk beli rumah sekalipun.

Dengan usaha dan strategi perancangan keuangan yang benar, keinginan bisa punya rumah pun bukan hanya mimpi semata.

Solusi Cepat Punya Rumah Meski Bergaji UMR, Simak Yuk!
Solusi Cepat Punya Rumah Meski Bergaji UMR, Simak Yuk!

Lalu, bagaimana cara mewujudkan keinginan punya rumah dengan gaji UMR? Seperti dikutip dari Cermati.com, pada Kamis 13 September 2018, berikut cara bisa cepat memiliki rumah meski bergaji standar upah minimum.

1. Tentukan tipe rumah yang diinginkan

Pertanyaannya, rumah seperti apa yang Anda inginkan? Apakah rumah tipe kecil, sedang, atau besar? Tinggal di rumah kecil mungkin opsi paling tepat mengingat penghasilan yang belum seberapa, ditambah status Anda yang masih lajang.

Kumpulkan informasi mengenai harga rumah secara umum di sekitar wilayah tempat tinggal untuk mengetahui bujet yang harus dipersiapkan. Kemudian pilih tipe rumah yang sesuai dengan kemampuan.

2. Meski sedikit, biasakan diri untuk menabung

Melakukan penghematan sedemikian rupa tentu tidak cukup kalau tidak membiasakan diri untuk menabung. Tidak selalu harus besar, tabunglah setidaknya 15 persen dari jumlah gaji yang Anda terima setiap bulan.

Agar uang tabungan tidak tercampur dengan uang pribadi dan uang untuk kebutuhan sehari-hari, buatlah rekening khusus untuk bekal membeli rumah. Isi tabungan tersebut secara rutin setiap bulan, sehingga jumlahnya bertambah dari waktu ke waktu.

3. Tinggal di rumah saudara untuk menghemat pengeluaran

Jika Anda mempunyai saudara yang kebetulan tinggal di tanah perantauan, Anda bisa menumpang di tempat saudara untuk menghemat biaya sewa kos-kosan.

Karena biaya sewa tempat tinggal saja menghabiskan sekitar seperempat dari jumlah gaji yang diperoleh setiap bulan. Kalau Anda menumpang, uang yang tadinya digunakan untuk membayar sewa kos-kosan bisa digunakan menambah jumlah tabungan di bank. Sehingga dalam kurun waktu 2 tahun menabung, setidaknya Anda sudah bisa membayar DP rumah.

4. Jangan segan bawa bekal makan siang dari rumah

Mampir ke restoran atau warung makan saat jam makan siang tiba sebaiknya jangan dibiasakan karena akan memperbesar jumlah pengeluaran. Apa salahnya bawa bekal makan siang dari rumah?

Lagipula makanan yang dimasak sendiri jauh lebih sehat ketimbang makanan yang dijual di warung atau restoran. Menu yang dimasak pun lebih variasi. Tidak perlu merasa minder sama rekan kerja yang makan di luar, mereka yang tahu tujuan Anda pasti akan memakluminya.

5. Cari promo pinjaman dengan cicilan rendah

Developer atau pengembang properti sering kali memberikan promo-promo menarik bagi anak muda yang ingin berinvestasi di bidang properti. Salah satu promonya adalah program cicilan rendah dengan jangka waktu 5-10 tahun. Sangat menarik, bukan?

Dengan promo ini, kesempatan untuk beli rumah di usia muda pun terbuka lebar. Agar tidak ketinggalan promo-promo menarik dari para developer, ikuti informasi mengenai real estate setiap hari, baik dari televisi, koran, ataupun media sosial.

6. Ikuti pelelangan rumah untuk dapatkan harga miring

Mengikuti acara pelelangan bisa jadi opsi terbaik untuk mendapatkan rumah idaman. Rumah yang dijual di pelelangan biasanya dibanderol dengan harga yang sangat miring. Misalnya rumah tipe 36 saat ini yang biasa dijual seharga Rp250 jutaan, bisa dijual dengan harga Rp175 jutaan.

Bayangkan berapa jumlah yang bisa Anda hemat! Untuk mendapatkan informasi mengenai pelelangan, Anda bisa bertanya kepada teman yang sudah pernah mengikuti lelang atau mencari informasinya lewat internet.

7. Kerja sampingan untuk menambah pemasukan

Bila gaji UMR sama sekali tidak cukup untuk mewujudkan keinginan Anda, jalan terakhir adalah kerja sampingan. Atur waktu sedemikian rupa, sehingga Anda bisa melakukan aktivitas lain sepulang kerja di kantor.

Di Indonesia sendiri, kerja sampingan dalam hitungan jam mungkin tidak berlaku. Tetapi tidak perlu khawatir, Anda bisa memanfaatkan hobi atau skill di bidang tertentu untuk mendapat pundi-pundi rupiah tambahan. Misalnya menulis artikel, mengembangkan atau mendesain website, maupun berbisnis kecil-kecilan. Semoga bermanfaat.