Sejarah

Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa

Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa

Sepanjang sejarah ini banyak sekali penemuan besar yang sudah ditemukan. Akan tetapi tidak semua penemuan tersebut asli, beberapa di antaranya ada yang merupakan hasil rekayasa.

Penemuan palsu ini sukses membuat orang tertipu selama bertahun-tahun sebelum terkuak kebenarannya. Bahkan tidak sedikit yang menganggap kalau penemuan ini asli. Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata penemuan-penemuan besar ini tidak lain hanyalah hasil rekayasa sekelompok orang tidak bertanggung jawab.

Merangkum dari berbagai sumber berikut penemuan-penemuan besar yang merupakan hasil rekayasa alias palsu.

1. Putri Duyung Fiji

Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa
Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa

Sekilas dilihat, foto di atas memang terlihat seperti kerangka putri duyung karena bagian bawahnya mirip ikan dan bagian atasnya mirip manusia. Bangkai ini dibawa oleh Dr. J. Griffin pada tahun 1842. Tetapi setelah diteliti lebih lanjut, itu bukanlah bangkai putri duyung melainkan kerangka kera yang disatukan dengan bangkai ikan sehingga menyerupai putri duyung.

2. Raksasa dari Cardiff

Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa
Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa

Foto mayat raksasa dari Cardiff ini sempat membuat heboh. Penemuan ini dianggap sebagai penemuan terbesar dalam sejarah geologi pada masa lampau. Akan tetapi, mayat setinggi 10 kaki itu tak lain hanyalah sebuah patung yang terbuat dari gipsum yang menyerupai tubuh manusia.

3. Manusia Piltdown

Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa
Ternyata 3 Penemuan Besar Ini Hasil Rekayasa

Manusia Piltwdown merupakan sebuah penipuan yang dilakukan oleh Charles Dawson dan para ilmuan lainnya. Pada tahun 1912 mereka mempublikasikan penemuan berupa tulang kepala, gigi dan rahang mirip manusia purba. Namun semua itu ternyata palsu, tulang-tulang itu berasal dari orang utan, sementara giginya berasal dari kudanil dan gajah.

Itulah penemuan-penemuan besar yang merupakan hasil rekayasa alias palsu. Mungkin untuk mendapatkan popularitas atau naik jabatan, beberapa ilmuwan di atas sampai berani merekayasa hasil temuan mereka dan sukses menipu banyak orang selama bertahun-tahun.