NasionalPolitik

Massa Aksi 22 Mei, Buka Puasa Hingga Tarawih Berjamaah Di Jalan Thamrin

Massa Aksi 22 Mei, Buka Puasa Hingga Tarawih Berjamaah Di Jalan Thamrin

Para peserta aksi yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) atau Aksi 22 Mei masih tetap bertahan di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI hingga pukul 19.30 WIB. Mereka buka puasa bersama hingga salat tarawih berjamah.

Menurut pantauan, para peserta Aksi 22 Mei tersebut buka puasa bersama di perempatan Sarinah. Mereka mendapatkan makanan takjil hingga makanan lainnya dari panitia yang sudah mengkordinir makanan bagi para peserta aksi.

Usai berbuka puasa, para peserta aksi langsung menunaikan salat Maghrib dengan imam salat terletak di depan Gedung Jaya, Jalan Thamrin, Jakarta Selatan. Dengan bermodalkan speaker mobil komando salat Maghrib berlangsung khidmat.

Para peserta juga sudah menyediakan alat salat seperti sarung dan sajadah sebagai alas. Bahkan, di antaranya menggunakan koran maupun alas lainnya untuk melanjutkan salat Isya dan tarawih berjamaah.

Massa Aksi 22 Mei, Buka Puasa Hingga Tarawih Berjamaah Di Jalan Thamrin (tabloidnasional.com)
Massa Aksi 22 Mei, Buka Puasa Hingga Tarawih Berjamaah Di Jalan Thamrin

Kemudian setelah salat Maghrib, para peserta sedikit melakukan orasi kepada Bawaslu mengenai hasil pemilu yang dirasa sudah terorganisir dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif, dan brutal (TSMB). Dalam orasi tersebut mereka mengancam untuk tetap bertahan hingga esok bahkan lusa.

“Siap untuk bertahan di sini? Kita buktikan kepada Indonesia bahwa kita siap bertahan di sini,” kata orator.

Adapun, dengan adanya salat tarawih berjamaah yang dilakukan para peserta aksi hingga mengakibatkan salah satu restoran siap saji di Sarinah menutup jam operasinya.

Diketahui, massa pendukung Prabowo-Sandi menggelar Aksi 22 Mei untuk menuntut pengusutan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Karena mereka menduga hasil pemilu yang dirasa sudah terorganisir dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif, dan brutal (TSMB), sebab itu harus dilawan.