NasionalPolitik

BPN Prabowo: Otoriter, Masa Ngomong People Power Jadi Tersangka

BPN Prabowo: Otoriter, Masa Ngomong People Power Jadi Tersangka

Pendukung pasangan Prabowo-Sandi, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, lantaran ucapan people power saat deklarasi kemenangan Prabowo di Kertanegara IV, Jakarta Selatan 17 April 2019. Ternyata ujaran people power berimbas pada urusan hukum.

Adapun, Eggi Sudjana dituduh melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara atau makar dan atau menyiarkan sesuatu berita yang bisa menimbulkan keonaran di masyarakat. Eggi Sudjana sendiri merupakan Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria menilai penetapan tersangka terhadap Eggi sangat berlebihan. Karena, Eggi hanya melontarkan pernyataan, bukan melakukan tindakan makar.

“Ini kan berlebihan. Masa orang ngomong begitu saja dibilang makar. Dan ini pemerintahan sudah pemerintahan yang otoriter, arogan, zalim. Ini kan eranya reformasi, biasa masyarakat mau minta siapa kek jadi presiden. Itu biasa aja,” ujar Riza kepada wartawan, Kamis (9/5).

Caleg PAN, Eggi Sudjana (tabloidnasional.com)
Caleg PAN, Eggi Sudjana

Menurut Riza, pernyataan Eggi pada 17 April lalu hanya sebatas ekspresi diri dan keinginan agar Prabowo dilantik menjadi seorang Presiden. Tentu saja hal itu tidak ada yang salah, karena negara demokrasi menjamin kebebasan berpendapat setiap warga negaranya.

“Dulu juga Pak Harto juga presiden yang sah, orang people power, salah enggak? Enggak. Ada dijatuhkan waktu itu, diturunkan paksa waktu itu. Enggak ada makar itu, enggak ada yang ditersangkakan, enggak ada yang dipenjarakan. Ini baru ngomong pidato begitu saja, orasi begitu saja. Ini pemerintah memang sudah zalim ini,” kritik Riza.

Politikus Gerindra itu menilai, justru tindakan seperti ini bentuk dan upaya pemerintah membuat suasana semakin memanas dan dilakukan pemerintah dengan sadar.

“Ini yang pengin rusuh emang dari pihak pemerintah. Pemerintah ini sengaja bikin seperti ini, bikin orang marah, bikin konflik, bikin kegaduhan,” ungkap Riza.

Riza kemudian melanjutkan, “Di demokrasi di dunia itu orang mau ngomong apa saja biasa. Yang penting kan enggak anarkis, enggak merusak, enggak kriminal. Kalau cuma bersuara, berpendapat. Jadi enggak ada yang luar biasa. Mau ganti presiden tiap hari ngomong juga boleh,” pungkasnya.

Diketahui, Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar atas laporan caleg PDIP S Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung. Laporan itu berkaitan dengan beredarnya video saat Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.