NasionalPolitik

Ratusan Warga Cileungsi Tolak Penurunan Baliho Kemenangan Prabowo-Sandi

Ratusan Warga Cileungsi Tolak Turunkan Baliho Kemenangan Prabowo-Sandi (tabloidnasional.com)Ratusan Warga Cileungsi Tolak Turunkan Baliho Kemenangan Prabowo-Sandi

Ratusan warga tampak bersitegang dengan aparat gabungan yang hendak menurunkan baliho bergambar pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Adapun baliho tersebut terpasang di depan Perumahan Limus Pratama Regency, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut pantauan, peristiwa tersebut terjadi di depan pintu masuk Perumahan Limus Pratama, Cileungsi, Bogor. Ratusan massa relawan pendukung Prabowo-Sandiaga berkumpul untuk menghadang aparat yang hendak menurunkan baliho ucapan terima kasih atas dukungan warga Cileungsi tersebut.

Massa menilai, baliho raksasa yang berlatar belakang bendera Merah-Putih itu tidak perlu diturunkan karena hanya sebagai ucapan rasa terima kasih kepada warga Cileungsi atas dukungannya sehingga suara pasangan Prabowo-Sandiaga unggul di tingkat kecamatan sebesar 70 persen.

Suasana sempat memanas saat aparat gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP menerjunkan personelnya lebih banyak ke lokasi. Selain itu, mobil pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk menurunkan baliho. “Masih (anggota) pada di lokasi,” kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena, Senin (29/4/2019).

Ratusan Warga Cileungsi Tolak Turunkan Baliho Kemenangan Prabowo-Sandi (tabloidnasional.com)
Ratusan Warga Cileungsi Tolak Turunkan Baliho Kemenangan Prabowo-Sandi

Sementara itu, Ketua Umum Relawan Prabowo-Sandi (Prasa) Ahmad Murlan Pasaribu mengatakan, pihaknya menilai jika baliho tersebut tidak melanggar hukum sehingga tidak dapat diturunkan paksa tanpa ada surat tugas resmi.

“Ini adalah hak kami untuk mengeskpresikan kebahagiaan kami, karena kemenangan Pak Prabowo – Sandi di sini (Cileungsi), kami tidak mengganggu masyarakat lain, dan ini mau dipaksakan diturunkan, tanpa surat tugas yang jelas,” ujar Ahmad di lokasi, Senin 29 April 2019.

Ahmad juga menjelaskan, baliho raksasa tersebut pun bukan termasuk reklame iklan, “Itu reklame itu bukan iklan yang menghasilkan uang. Itu bukan komersil, jadi apa salahnya kita mengungkapkan. Dan panwaslu pun mengatakan itu tidak melanggar,” jelas Ahmad.

Diketahui, video pemasangan baliho besar bergambar pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno viral di media sosial sejak Sabtu 27 April 2019. Dalam baliho tersebut bertulisan ucapan terima kasih kepada warga Cileungsi yang telah mendukung dengan kemenangan pasangan Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.