NasionalPolitik

Ungkap 17,5 Juta DPT Invalid, Direktur IT BPN Prabowo Diancam Dibunuh

Ungkap 17,5 Juta DPT Invalid, Direktur IT BPN Prabowo Diancam Dibunuh (tabloidnasional.com)Ungkap 17,5 Juta DPT Invalid, Direktur IT BPN Prabowo Diancam Dibunuh

Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agus Maksum dikabarkan diancam akan dibunuh. Hal tersebut diduga terkait temuan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Demikian disampaikan Politisi Partai Berkarya, Joko Edy Abdurrahman, melalui akun Twitternya, Jumat (12/4/2019).

“Data invalid 17,5 juta DPT belum juga selesai diverifikasi. Karena itu, Agus Maksum, direktur Cyber BPN, diancam dibunuh. Termasuk keluarganya. Makin mafioso saja 01,” ujar Joko.

Direktur Media dan Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusomo membenarkan hal tersebut. Ancaman ini menurutnya bukan isapan jempol semata. Hashim memastikan hal itu benar terjadi.

“Betul, Pak Agus Maksum posisinya terancam. Karenanya kami terpaksa menugaskan security untuk memberikan pengamanan 24 jam sebab sejak pekan lalu nyawa beliau dan keluarga diancam,” tuturnya.

Direktur Media dan Informasi BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusomo (tabloidnasional.com)
Direktur Media dan Informasi BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusomo

Hashim memang tidak mengungkapkan secara jelas, siapa dan pihak mana yang melakukan ancaman pembunuhan kepada Agus Maksum. Agus Maksum yang juga alumni ITS Surabaya itu, kata dia, mendapat ancaman pembunuhan terkait posisinya sebagai penanggungjawab bidang IT di kubu 02.

Hashim juga menegaskan, istri, dan anak-anak Agus Maksum juga diancam akan dibunuh. “Saya bersaksi, bahwa nyawa beliau diancam oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.

Menurut Hashim, ancaman terhadap diri Agus Maksum ada kaitannya dengan persoalan Pemilu 2019. Sebab selama ini, Agus Maksum merupakan orang yang paling rajin menyuarakan sejumlah kejanggalan-kejanggalan dalam sistem IT penyelenggara pemilu. Termasuk juga langkah Agus yang melakukan penyisiran pemilih sehingga ditemukan adanya jutaan data pemilih invalid di Pemilu 2019.

“Beliau rajin melaporkan temuan kejanggalan itu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), juga kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Termasuk mendesak agar temuan 17,5 juta DPT invalid dituntaskan. Hal ini membuat banyak pihak tidak senang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, temuan Agus Maksum terkait DPT invalid memang menggegerkan banyak kalangan. Agus bersama timnya membongkar adanya 17,5 juta data invalid dari sekitar 196 juta daftar pemilih tetap (DPT) sementara Pemilu 2019.

Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agus Maksum (tabloidnasional.com)
Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agus Maksum

Data invalid itu, ditemukan Agus saat melakukan penyisiran sejak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan daftar pemilih potensial pemilu (dp-4) yang menjadi basis data DPT-sementara KPU.

Temuan 17,5 juta pemilih invalid tersebut, sudah dilaporkan BPN kepada KPU. Sudah tiga kali disampaikan, kurun pertama pada Desember 2018, kedua pada Februari 2019 dan terakhir pada Maret 2019 lalu.

Kemudian, laporan tentang 17,5 juta data invalid yang disampaikan oleh BPN itu juga yang membuat KPU molor menetapkan DPT final Pemilu 2019. Karena seharusnya sesuai jadwal, KPU merilis DPT final pada 17 Maret lalu. Padahal, Pemilu akan dilakukan pada 17 April 2019.

Selain itu, pihak BPN juga menemukan file data tidak wajar yang berumur 90 tahun ke atas sebanyak 304.782 orang. Bahkan, terdapat 20.475 pemilih yang berumur di bawah 17 tahun.