NasionalPolitik

6 Strategi BPN Prabowo-Sandi Intensifkan Kampanye Di Babak Terakhir

Intensifkan Kampanye, Ini 6 Strategi BPN Prabowo-Sandi Di Pertempuran Babak Akhir (tabloidnasional.com)6 Strategi BPN Prabowo-Sandi Intensifkan Kampanye Di Babak Terakhir

Jelang hari pencoblosan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan akan terus mengintensifkan kampanye baik di wilayah Indonesia Barat dan Timur. Di wilayah Barat, yang terdiri dari Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, kubu 02 menyebut telah unggul.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, Selasa (19/3/2019) malam.

“Sumatera secara umum wilayah yang sangat prospektif. Sedangkan Jabar, Banten, DKI, sampai sekarang survei kami kuat,” ujar Mardani Ali Sera.

Sedangkan untuk wilayah Timur, seperti Maluku dan Papua BPN mengakui Prabowo–Sandi masih kalah unggul. Wilayah ini terdiri dari Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Juga ada Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

“Jokowi memang menguasai Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara,” tutur juru bicara BPN Ferdinand Hutahean, Rabu (20/3/2019).

6 Strategi BPN Prabowo-Sandi Intensifkan Kampanye Di Babak Terakhir (tabloidnasional.com)
6 Strategi BPN Prabowo-Sandi Intensifkan Kampanye Di Babak Terakhir

Sementara di wilayah lain, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi akan terjadi pertempuran sengit antara kubu Petahana dan kubu Prabowo.

Berikut setrategi yang sudah dicanangkan BPN dalam pertempuran babak akhir ini berdasar wawancara dengan Mardani, Ferdinand dan Direktur Legislatif BPN Prabowo-Sandiaga, Edhy Prabowo.

1. Memperbanyak safari ke Jawa Timur

Prabowo – Sandi akan sering menginvestasikan waktu di Jawa Timur. Kubu 02 menargetkan menang di Jawa Timur dengan target realistis 52 persen. Pada pilpres 2014, Prabowo dan Hatta Rajasa kalah sekitar tujuh persen dari Jokowi-Jusuf Kalla di Jawa Timur. Saat itu Prabowo-Hatta mendapatkan 46,83 persen, sedangkan Jokowi-JK 53,17 persen.

2. Menggarap Jawa Tengah

Seperti di Jatim, wilayah ini akan tetap digarap hingga sebelum masa tenang. Perolehan suara di kedua provinsi itu ditambah Jawa Barat hampir mencapai 60 persen suara nasional. Elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah diklaim sudah menginjak angka 42 persen. Angka itu diklaim berasal dari basis pemilih Sudirman Said saat pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018. Target optimisnya menang di Jateng, dan target realistis meraup 45 persen suara.

3. Mengoptimalkan peran Erwin Aksa

BPN mengaku kubu 01 unggul di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Namun mereka mengklaim unggul di  Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Maluku, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

6 Strategi BPN Prabowo-Sandi Intensifkan Kampanye Di Babak Terakhir (tabloidnasional.com)
6 Strategi BPN Prabowo-Sandi Intensifkan Kampanye Di Babak Terakhir

BPN optimistis Prabowo-Sandiaga bisa membalikkan keadaan berkat dukungan terbuka Erwin Aksa. Peran pengusaha asal Sulawesi Selatan ini dianggap sebagai tambahan energi untuk mengejar ketertinggalan suara di kawasan timur Nusantara.

4. Kampanye akbar di Sulawesi Selatan

Salah satu di antara Prabowo dan Sandiaga akan kampanye akbar di timur Indonesia. Sulawesi Selatan sudah pasti jadi salah satu titik klampanye. Ada beberapa lokasi yang sudah di-plottingsesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum.

5. Prabowo menuju Papua

Prabowo dijadwalkan berkunjung ke Papua, meski provinsi terujung timur ini merupakan basis massa Jokowi. Target kunjungan tentu saja untuk menggaet suara dari sana. “Sebelum ada janur kuning, tempur terus,” kata Mardani.

6. Memantapkan janji di wilayah Barat

BPN mengklaim Prabowo-Sandiaga unggul di semua provinsi di Sumatera, kecuali Lampung. Di sisa masa kampanye selama 24 hari ini, kubu Prabowo akan menggencarkan penyampaian janji-janji paslon 01. “Tidak ada kata selesai “menggempur”suatu daerah sebelum pilpres rampung,” kata Direktur Legislatif BPN Prabowo-Sandiaga, Edhy Prabowo.

Demikianlah setrategi yang sudah dicanangkan BPN dalam pertempuran babak akhir jelang hari pencoblosan.