NasionalPolitik

Gerindra:  Serangan Membabi Buta Petahana, Tanda Waktu Tumbang Sudah Dekat

Gerindra:  Serangan Membabi Buta Petahana, Tanda Waktu Tumbang Sudah Dekat (tabloidnasional.com)Gerindra:  Serangan Membabi Buta Petahana, Tanda Waktu Tumbang Sudah Dekat

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kini mulai vulgar diserang kubu petahana. Baru-baru ini, petahana menuding tim sukses lawannya itu menggunakan propaganda ala Rusia.

Bagi anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra, Muhammad Syafii, serangan kubu Petahana yang membabi buta itu menjadi pertanda elektabilitas pasangan calon 01 mulai merosot. Calon presiden nomor urut 01 dinilai mulai khawatir akan lengser saat Pilpres 2019 mendatang.

“Ya itu karena kepanikannya, jadi membabi buta menyerang. Ini tanda bahwa waktu tumbangnya sudah dekat,” kata Muhammad Syafii, Selasa (5/2).

Adapun, serangan tidak hanya diucap dari mulut Petahana saja. Melainkan juga dilihat dari kelakuan para pendukungnya. Contoh salah satunya yaitu mengenai intervensi doa yang dilakukan oleh kader PPP M Romahurmuziy alias Romi ketika Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang salah mengucapkan nama.

Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra, Muhammad Syafii
Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra, Muhammad Syafii

Selain itu, anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra ini juga menilai ada beberapa ketidakadilan hukum yang dipertontonkan di negeri ini. Seolah hukum hanya tajam kepada oposisi, tetapi tumpul pada kubu penguasa.

“Misal, kalau kita yang melaporkan ke polisi sangat banyak ngelesnya. Tapi kalau kita (yang dilaporkan), cepat sekali diproses hukumnya. Polisi ini sudah jadi alat politik,” ungkap Romo Syafii. 

Sementara itu, terkait propaganda ala Rusia, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut tudingan Petahana soal ‘propaganda ala Rusia’ dapat merusak hubungan diplomatik bilateral antara Indonesia dan negeri beruang merah tersebut.

“Saya rasa itu berbahaya buat hubungan diplomatik kita, secara tak langsung Pak Jokowi melakukan itu, saya tak tahu apakah beliau memikirkan itu atau tidak,” ungkap Dahnil ditemui di posko pemenangan Prabowo-Sandi di Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (4/2/2019).

Dengan demikian, masyarakat sudah bisa menilai sendiri apakah nantinya pernyataan Petahana itu bisa menimbulkan blunder bagi kubunya sendiri. Alih-alih menyerang kubu Prabowo-Sandi, namun pada akhirnya semakin jelas kepanikan yang ditunjukkan kubu petahana.