NasionalPolitik

Tuntaskan Kasus HAM, Prabowo Bakal Proses Hukum Dan Gelar Rekonsiliasi 

Tuntaskan Kasus HAM, Prabowo Bakal Proses Hukum Dan Gelar Rekonsiliasi Tuntaskan Kasus HAM, Prabowo Bakal Proses Hukum Dan Gelar Rekonsiliasi 

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subiantot selalu digoyang dengan isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam reformasi 1998. Hal tersebut terjadi berulang kali dan merupakan serangan politik musiman jelang Pilpres 2019.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, Prabowo bakal memproses hukum dan menggelar rekonsiliasi untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

“Beliau (Prabowo) juga akan mendorong sejak awal komitmen terhadap penanganan HAM yang Talangsari, kemudian penyelesaian (kasus) Novel yang paling dekat. Kemudian Papua, Aceh,” kata Dahnil dalam sebuah diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

“Semua pelanggaran-pelanggaran HAM yang lain memang harus dituntaskan. Kemudian rekonsiliasi nasional yang besar setelah proses hukum,” tambah Dahnil.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

Dahnil mengaku, sebelum bergabung sebagai juru bicara BPN,  dia menanyakan terlebih dahulu mengenai komitmen penyelesaian kasus HAM masa lalu kepada Prabowo. Menurut Dahnil, Prabowo menjawab akan menyelesaikannya.

Bahkan, kata Dahnil, Prabowo akan menerima dengan lapang dada apabila harus menjalani proses hukum jika terdapat bukti yang kuat terhadap dirinya atas kasus pelanggaran HAM. Ia pun berharap kasus HAM masa lalu tidak hanya menjadi senjata politik kelompok tertentu sehingga hanya dimunculkan menjelang Pilpres.

“Yang harus segera kita lakukan, kita ungkap faktanya secara utuh. Kemudian rekonsiliasi nasional seperti apa ya silakan. Itu menurut saya lebih baik daripada setiap pemilu kita akan berdiskusi dengan ini terus. Seperti nasi basi yang disajikan terus menerus,” jelasnya.

“Publik lama-lama akan muak dan muntah. Yang terjadi adalah publik menjadi antipati terhadap isu HAM. Kemudian menjadi imun karena tidak ada penegakan hukum. Kalau sudah imun nanti akan menganggap isu HAM hanya politisasi,” lanjut Dahnil.

Diketahui, dalam debat pilpres perdana lalu, paparan yang dibacakan pasangan nomor urut 02, Prabowo tidak menyinggung mengenai HAM. Sementara dalam pertarungan Pilpres 2014, persoalan HAM masa lalu merupakan isu yang kerap digunakan untuk menyerang Prabowo Subianto.