NasionalPolitik

Ahmad Dhani Korban Kedzoliman Rezim Petahana

Ahmad Dhani Korban Kedzoliman Rezim Petahana

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman 1,5 tahun penjara kepada musisi Ahmad Dhani, atas kasus ujaran kebencian. Majelis Hakim menilai, Ahmad Dhani terbukti bersalah telah menyuruh anak buahnya menyebarkan kebencian terhadap suatu golongan.

Pada bulan Maret 2017 lalu, anak buah Ahmad Dhani menyebarkan ujaran kebencian tersebut, melalui akun twitter @AHMADDHANIPRAST. Meski sudah divonis hukuman penjara selama 1,5 tahun, Ahmad Dhani tetap merasa tidak bersalah lantaran tidak pernah melakukan ujaran kebencian.

Ahmad Dhani bersikukuh merasa tidak pernah membenci ras atau agama tertentu.

“Kalau saya sih merasa tidak pernah melakukan ujaran kebencian karena saya tidak pernah merasa membenci orang Tionghoa, saya gak pernah punya record membenci orang Tionghoa, partner bisnis saya orang Tionghoa,” kata Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

“Saya juga tidak mungkin melakukan ujaran kebencian terhadap orang Katolik, tante saya Katolik, oma saya Katolik, sepupu saya Katolik, kalau saya dianggap melakukan ujaran kebencian kepada suku dan ras ya salah karena saya tidak punya record, gitu aja,” jelas Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani Korban Kedzoliman Rezim Petahana
Ahmad Dhani Korban Kedzoliman Rezim Petahana

Ahmad Dhani pun berencana bakal melakukan perlawanan sesuai mekanisme hukum yang ada.

“Semua proses hukum ada mekanismenya dan kita akan menjalankan semua mekanismenya. Kalau kita tidak puas sama putusannya yang pertama, ya kita lakukan upaya hukum lainnya,” ucap Ahmad Dhani.

Sementara, Ahmad Dhani harus menerima putusan yang dijatuhkan padanya pada sidang putusan divonis setahun enam bulan atas kasus ujaran kebencian yang menjeratnya.

Kemudian, setelah dijatuhi vonis hukuman 1,5 tahun penjara, politikus Partai Gerindra itu langsung ditahan dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Senin (28/1/2019). Keluar dari ruang sidang, setelah selesai meladeni wawancara awak media, Dhani langsung menuju sebuah mobil tahanan. Dhani dengan tersenyum memasuki mobil tahanan.

 

Tampak di dalam mobil, Ahmad Dhani didampingi oleh tim kuasa hukumnya, yakni Ali Lubis dan Hendarsam Marantoko, anaknya yang bernama Abdul Qodir Jaelani, dan seorang polisi. Sarwoto yang mewakili tim jaksa penuntut umum (JPU) juga ikut dalam mobil tersebut.

Ali mengatakan bahwa Ahmad Dhani langsung dibawa ke LP Cipinang untuk ditahan. “Ke LP Cipinang. Iya ditahan,” kata Ali.

Ahmad Dhani Korban Kedzoliman Rezim Petahana
Ahmad Dhani Korban Kedzoliman Rezim Petahana

Sementara itu, penahanan Ahmad Dhani juga menuai kritikan dari  Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang mengatakan, penahanan Ahmad Dhani hanya akan membuat elektabilitas Jokowi sebagai petahana menurun.

“Penahanan langsung @ AHMADDHANIPRAST hari ini menurut saya akan membuat elektabikitas petahan hingga 5%. Saya semakin percaya bahwa petahana sedang dijatuhkan secara sistematis. Kasus2 akan dimunculkan untuk digunakan petahana. Kritik @prabowo menemukan momentum,” ujar Fahri Hamzah di akun Twitter pribadinya, Senin (28/1/2019).

Tidak hanya itu, kritikan Fahri Hamzah terhadap rezim pemerintah Jokowi pun ia ekspresikan melalui doa. Dalam doanya tersebut, Fahri Hamzah menuliskan agar diberi kekuatan untuk melawan kebatilan.

“Ya Allah, tunjukkan kepada kami, kebenaran dam bentuknya yang nyata, dan beri kami kekuatan untuk bersama dan membelanya. Dan tunjukkan kepada kami kebatilan dalam bentuknya yang terang dan nyata dan beri kami kekuatan untuk menolak dan menumbangkannya ”. # MelawanKezaliman,” kata Fahri Hamzah, Senin (29/1/2019).

Namun demikian, saat ini Ahmad Dhani masih memenuhi syarat sebagai caleg. Karena, hukuman pidana yang dijatuhkan kepadanya belum inkrah. Caleg Partai Gerindra untuk Dapil Jatim 1 itu masih berencana untuk ajukan banding.