NasionalPolitik

Terindikasi Tidak Netral, BPN Prabowo Tolak Najwa Shihab-Tommy Tjokro Jadi Moderator Debat Kedua

Terindikasi Tidak Netral, BPN Prabowo Tolak Najwa Shihab-Tommy Tjokro Jadi Moderator Debat Kedua

Debat sesi pertama Pilpres 2019 diselenggarakan di Birawa Assembly Hall di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, (17/1) lalu dan dipandu oleh Ira Koesno dan Imam Priyono. Kemudian, untuk selanjutnya debat sesi kedua akan digelar pada 17 Februari mendatang.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menolak Nanja Shihab dan Tommy Tjokro sebagai moderator dalam debat sesi kedua. Alasannya, BPN menilai keduanya memiliki afiliasi politik dan tidak netral.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” kata Andre saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (12/1/2019).

Begitupun dengan Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon juga menilai bahwa baik Najwa maupun Tommy memiliki afiliasi politik. Sehingga, pihaknya meragukan independensi keduanya sebagai moderator debat.

“Kalau nama itu yang disebut ya mungkin agak kurang independen kali ya,” tutur Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon
Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon

Sebab itu, Fadli mengusulkan, ada baiknya mencari orang yang tidak terafiliasi politik atau orang yang betul-betul independen. Sebaiknya mencari akademisi yang pintar, bukan hanya presenter televisi saja yang bisa memandu debat.

“Justru menurut saya harus serahkan pada kaum intelektual, universitas, perguruan tinggi, cari dari mereka. Karena mereka menurut saya jauh lebih objektif dan tidak terlibat di dalam politik,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso menegaskan bahwa sampai hari Selasa, BPN belum menyikapi mengenai calon moderator debat lantaran KPU belum menyampaikan kepada BPN mengenai hal tersebut. Menurut UU nomor 7/2017 tentang Pemilu, KPU harus mengajukan itu dan disetujui kedua belah pihak sehingga pihaknya belum menyikapi nama-nama yang beredar.

“Betul nama nama yang disebar itu terdapat Najwa Shihab, tapi ada nama lain. Dalam kesepakatan dalam rapat dengan KPU akan dibahas jumat pekan ini. Kami belum menyampaikan sikap menolak seseorang apalagi sekelas Najwa Shihab. Dia adalah presenter ternama dan sedang moncer dan kita hormati reputasinya selama ini,” kata Priyo di Media Center Prabowo Sandi di Jakarta, kemarin.

Priyo melanjutkan, “mungkin saja, Andre dan beberapa teman menyampaikan bersifat personal, tapi resminya akan kami sampaikan ketika bertemu dengan KPU.

Adapun “nama-nama lain akan kita godok bersama sama dengan KPU yang akan diselenggarakan pada Kamis atau Jumat. Kita memang ingin punya moderator yang hebat dan tidak berafiliasi kepada penguasa. Dari empat nama-nama yang muncul kita apresiasi sebagai nama-nama yang hebat. Saya mulai dari situ dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya beberapa hari lalu, KPU telah menyebut dua nama kandidat moderator yang akan bertugas pada debat sesi kedua pada 17 Februari, yakni Najwa Shihab dan Tommy Tjokro.