NasionalPolitik

Masyarakat Pendukung PDIP Kecewa Atas Kebijakan Pemerintah, BPN Prabowo Dekati ‘Wong Cilik’

Masyarakat Pendukung PDIP Kecewa Atas Kebijakan Pemerintah, BPN Prabowo Dekati 'Wong Cilik'

Kelompok masyarakat pendukung PDIP di Jawa Tengah merasa kecewa atas kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada ‘wong cilik’. Atas dasar itu, mendorong Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mendekat dan berpihak pada ‘wong cilik’.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan hal tersebut menyusul peresmian Sekertariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Karang Anyer, Solo, Jawa Tengah oleh Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

“Yang jelas kami akan mendekati semua segmentasi kelompok yang ada di Jateng, termasuk kelompok pendukung PDIP,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak melalui pesan singkat, Rabu (2/1).

Dahnil menilai kelompok pendukung PDIP di Jawa Tengah banyak yang kecewa karena kebijakan pemerintah saat ini yang tidak berpihak pada wong cilik, hal itu tidak sesuai dengan jargon keberpihakan partai tersebut.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

Tentu saja hal ini menjadi peluang yang baik bagi Prabowo-Sandi untuk mendulang suara dari kelompok yang kecewa tersebut. “Banyak [pendukung PDIP] yang kecewa, kan kebijakan pemerintah saat ini tidak berpihak pada wong cilik,” ujarnya.

Dahnil mengatakan, ketidakberpihakan itu ditandai dengan sejumlah beban masyarakat di era pemerintahan ini. “Harga mahal, lapangan pekerjaan sulit, listrik naik sehingga membebani rakyat, janji BBM tidak naik saja diingkari,” ucap Dahnil.

Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, selain mendekati masyarakat pendukung PDIP, pihaknya juga bakal menembus berbagai golongan masyarakat. Kemudian, Prabowo-Sandi dan dibantu Ketua BPN Djoko Santoso juga bakal terus turun ke bawah untuk mendekati masyarakat.

“Tentunya dengan sistem 5 per 2 itu; lima bergerak di Jawa Tengah, dua bergerak di luar Jawa. Kami akan rebut lumbung suara Banteng,” lanjut Dahnil.

Adapun keputusan BPN Prabowo-Sandi memindahkan posko pemenangannya ke Jawa Tengah untuk memecah suara PDIP di sana. Jika suara PDIP terpecah, maka elektabilitas Jokowi juga akan tergerus.

BPN menargetkan Prabowo-Sandi mampu merebut setidaknya 35-40 persen suara di Jawa Tengah. Dengan harapan dapat mengungguli keberhasilan PDIP yang mendominasi 8 dari 10 daerah pemilihan di Jawa Tengah pada Pemilu 2014.

Tinggalkan Balasan