NasionalPolitik

TKN Yang Sulit Paparkan Visi Misi, Prabowo Yang Dituduh Nasdem

TKN Yang Sulit Paparkan Visi Misi, Prabowo Yang Dituduh Nasdem

Kubu pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai akan sulit untuk memaparkan visi-misi secara empiris, teknokratis dan realistis. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, Johnny G Plate.

Menurut Johnny, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu tidak mempunyai pengalaman mengelola pemerintahan.

“Kubu sebelah kan pengalamannya belum ada. Pak Prabowo sama sekali belum pernah menduduki jabatan di pemerintahan, di lembaga parlemen sebagai mitra pemerintah, bahkan di TNI tidak menyelesaikan sampai akhir masa jabatannya,” ujar Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/1).

Kemudian Johnny melanjutkan, tidak hanya Prabowo tetapi Sandiaga juga belum mempunyai pengalaman di parlemen. Sehingga Sandiaga juga akan memiliki kompetensi yang berbeda dari Jokowi.

“Akibatnya program Jokowi- Ma’ruf Amin cukup jelas arahnya, tapi program kerja Prabowo-Sandi tidak jelas arahnya, nah mungkin itu yang mereka khawatirkan,” jelas Johnny.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Jhonny G Plate
Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Jhonny G Plate

Sekjen Partai NasDem itu juga menegaskan, Jokowi-Ma’ruf akan menyampaikan visi dan misi yang realistis. Mulai dari pemaparan program dan hingga integritas rekam jejaknya selama memimpin Indonesia.

“Jangan sampai program dengan intergritas dan rekam jejak malah terbalik dan berlawanan arah dengan visi misi. Yang berakibat visi misi hanya teoritis teknokratis. Yang berakibat visi-misi hanya teoritis teknokratis. Yang kita harapkan visi-misi teknokratis, empiris, dan realisitis. Jokowi Mar’uf akan menyampaikan ketiga hal itu,” ungkap Johnny.

Sementara itu, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa sejak awal Prabowo-Sandi ingin menyampaikan visi misinya sendiri agar visi dan misi tersebut lebih dapat ditangkap masyarakat dengan cara disampaikan langsung oleh capres dan cawapres. Terutama karena visi dan misi itu akan dijalankan keduanya jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, dan Prabowo-Sandi juga merasa lebih menguasai visi dan misi daripada tim sukses.

Dengan kelebihan yang dimiliki Prabowo-Sandi, akan sangat mudah bagi keduanya untuk menyampaikan visi misi meski belum berpengalaman di pemerintahan. Namun, sebaliknya bagi petahana yang memiliki kelemahan dalam berbicara dan tidak jarang membawa contekan dalam berpidato, justru yang akan mengalami kesulitan memaparkan visi misi. Karena itu, TKN menolak saat kubu Prabowo mengusulkan agar capres-cawapres yang memaparkan visi misi tersebut.