NasionalPolitik

Kubu Prabowo: Masyarakat Jawa Tengah Ingin Perubahan, Jawa Tengah Bukan Milik ‘Warna’ Tertentu

Sudirman Said, Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga mengatakan tidaklah benar jika Jawa Tengah disebut sebagai ‘kandang kelompok tertentu’. Menurut dia, politik bergerak dinamis sesuai dengan pandangan, preferensi, dan situasi masyarakat.

“Kami tidak pernah menyangka bahwa (pilkada 2017) Jakarta, misalnya, yang surveinya gila-gilaan pada waktu itu hasilnya berbeda,” ujar Sudirman di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Desember 2018.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf sekaligus Sekretaris Jenderal PDIP mengatakan rencana pemindahan markas kubu Prabowo ke Jawa Tengah adalah blunder. Menurut dia, pemindahan tersebut justru menggelorakan semangat juang die hard PDIP dan parpol koalisi pendukung Jokowi – Ma’ruf di Jawa Tengah. Sebab itu, PDIP selama ini menganggap Jawa Tengah sebagai ‘kandang banteng’.

Menurut Sudirman, hasil pemilihan kepala daerah di Jawa Tengah yang ia ikuti beberapa bulan lalu sudah membuktikan bahwa Jawa Tengah bukan milik ‘warna’ tertentu. Sudirman yang berpasangan dengan Ida Fauziyah memperoleh persentase suara 41,22 persen dengan perolehan 7.267.993 suara dalam pilkada tersebut.

Kubu Prabowo: Masyarakat Jawa Tengah Ingin Perubahan, Jawa Tengah Bukan Milik 'Warna' Tertentu
Kubu Prabowo: Masyarakat Jawa Tengah Ingin Perubahan, Jawa Tengah Bukan Milik ‘Warna’ Tertentu

Adapun Sudirman – Ida yang diusung Gerindra, PKB, PAN, dan PKS kalah dari pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, Nasdem, dan Demokrat. Sementara Ganjar – Taj memperoleh presentase suara 58,78 persen dengan perolehan 10.362.694 suara.

“Memang saya tidak menang secara angka. Tapi semua orang, terutama di kantong-kantong petahana itu mengatakan ‘ah paling 20%, paling 15′ gitu kan?’ Tapi ternyata masyarakat Jawa Tengah bersikap berbeda,” tutur Sudirman.

Sudirman mengatakan, pada pilkada lalu, kampanye yang ia lakukan tidak berjalan maksimal. Ia juga mengatakan dalam berkampanye dirinya mendapat hambatan, pencurangan dan sabotase sana-sini, tetapi perolehan suaranya mampu mencapai hampir 42 persen.

“Itu artinya masyarakat Jawa Tengah mau berubah. Mau siapa pun calonnya kemarin, yang jelas bukan seperti (gubernur) yang sekarang, kan?” kata Sudirman.

Oleh sebab itu, menurut Sudirman masyarakat Jawa Tengah menginginkan perubahan jadi Jawa Tengah bukan milik ‘warna’ tertentu.