NasionalPolitik

Dana Kampanye Pasangan Prabowo-Sandiaga Meningkat 24 Persen, Sandi Penyumbang Terbesar

Dana Kampanye Pasangan Prabowo-Sandiaga Meningkat 24 Persen, Sandi Penyumbang Terbesar

Terkait dana kampanye pasangan nomor urut dua Prabowo-Sandiaga itu, Bendahara BPN Prabowo-Sandiaga, Thomas Djiwandono angkat bicara. Dia mengatakan, dana kampanye di bulan November 2018 ini mencapai Rp41,9 miliar.

Menurut Thomas, angka tersebut meningkat sebesar 24 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2018 yang mencapai Rp31,7 miliar. “Penerimaan dana kampanye bulan ini Rp41,9 miliar, ada kenaikan dari bulan lalu sebesar 24 persen,” kata Thomas Djiwandono di Jakarta, Rabu (28/11/2018), seperti dilansir dari Antara.

“Total dana kampanye itu, sebanyak Rp28,5 miliar dari Sandiaga Uno. Kemudian sebanyak Rp11,9 miliar dari Prabowo, dengan rincian sumbangan uang Rp7 miliar dan jasa Rp4,9 miliar, “kata Thomas.

Menurut Thomas, perolehan dana kampanye itu juga berasal dari Gerindra senilai Rp1,3 miliar, terutama dari hasil penjualan buku Paradoks Indonesia. “Lalu sumbangan perorangan Rp10 juta, sumbangan kelompok Rp27 juta, dan bunga bank Rp27 juta,” lanjut Thomas.

Dana Kampanye Pasangan Prabowo-Sandiaga Meningkat 24 Persen, Sandi Penyumbang Terbesar
Dana Kampanye Pasangan Prabowo-Sandiaga Meningkat 24 Persen, Sandi Penyumbang Terbesar

Sementara itu, terkait dengan pengeluaran BPN pada November 2018, kata Thomas, jumlahnya sebesar Rp34,5 miliar. Dengan rincian, kegiatan lain Rp21,5 miliar, tatap muka Rp7,1 miliar, operasional lain-lain Rp1,17 miliar, pertemuan terbatas Rp1,14 miliar, bahan kampanye Rp435 juta, dan iklan media Rp257 juta.

Thomas mengatakan, pengeluaran yang paling besar adalah penguatan posko-posko pemenangan Rp14,6 miliar, media center Rp4,5 miliar, sosial kemasyarakatan Rp2,4 miliar dan media sosial Rp9 juta.

“Terkait pengeluaran, bukti dari transparansi Prabowo-Sandi yang terus diingatkan perbendaharaan, kami jelaskan uang masuk keluar dipakai untuk apa,” kata Thomas.

Kemudian di sisi lain, Cawapres Sandiaga mengatakan BPN menemukan beberapa strategi untuk menekan biaya kampanye. Selain itu, kata Sandi, BPN juga tidak mengeluarkan dana untuk memobilisasi masyarakat karena murni banyak partisipasi dari masyarakat.