Nasional

Potret Beruang Madu Berhasil Juarai Lomba Foto Satwa Internasional 2018

Potret Beruang Madu Berhasil Juarai Lomba Foto Satwa Internasional 2018

Mantan pewarta foto asal Jakarta, Sofyan Effendi dengan foto beruang madu yang dipotretnya di Ragunan, sukses menyisihkan ribuan peserta lomba foto satwa internasional atau Internasional Animal Photo Competition (IAPC) 2018 yang digelar Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor.

Dengan demikian, Sofyan biasa disapa Ambon ini berhak memperoleh hadiah berupa uang tunai Rp10 juta dan beberapa merchandise menarik dari panitia IAPC.  “Saya senang dan tak menyangka bisa menjadi juara I lomba foto satwa, bergengsi yang digelar setiap tahun ini. Karena, dulu pernah juara di acara serupa saya hanya menjadi juara harapan saja. Tapi kali ini, Alhamdulillah menjadi juara I,” ungkapnya.

Sofyan menjelaskan, pihaknya mengirimkan beberapa foto satwa yang diantaranya adalah foto beruang madu di Kebun Binatang Ragunan. “Saya sengaja datang ke Kebun Binatang Ragunan untuk hunting foto buat ikut lomba foto satwa saat last minute atau batas pengiriman jadi peserta,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk menjadi pemenang memang tidak mudah dan butuh perjuangan serta kesabaran. Meski last minute atau deadline batas pengiriman, ia hunting foto satwa yang ada di Ragunan sejak pagi hingga sore.

Potret Beruang Madu Berhasil Juarai Lomba Foto Satwa Internasional 2018
Potret Beruang Madu Berhasil Juarai Lomba Foto Satwa Internasional 2018

“Secara kebetulan saat itu saya melihat satwa endemik beruang madu sedang agresif-agresifnya, saya tunggu sejak pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB. Alhamdulillah, alhasil beruang madu itu tampak seperti hendak berkelahi, padahal tidak,” tutur mantan pewarta foto salah satu majalah di ibu kota itu.

Sementara itu, Ketua Acara IAPC 2018, Hans Manangsang mengungkapkan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun oleh TSI ini sebagai bentuk kampanye konservasi satwa di Indonesia.

“Secara tidak langsung kompetisi ini sebagai kampanye konservasi satwa kepada masyarakat agar menyayangi dan melindungi satwa yang ada di Indonesia baik di ex-situ maupun in-situ,” jelasnya.

Lebih lanjut Hans mengungkapkan, yang berbeda IAPC tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah pihaknya memperkenankan foto-foto dengan banyak variasi. “Dalam hal ini spektrumnya lebih luas, diantaranya ada foto makro atau foto-foto satwa yang berbeda. Sehingga jumlah foto yang masuk tahun ini cukup banyak yakni 16 ribu foto dari semua kategori (Umum, TSI dan Instagram),” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya berharap di tahun mendatang, lebih banyak lagi peserta yang ikut karena lomba ini terbuka untuk semua kalangan. “Kami harapkan foto-foto yang masuk lebih banyak lagi, meski hanya menggunakan kamera HP, masyarakat yang berminat mengikuti lomba ini jadi lebih banyak,” terangnya.