BisnisEkonomi

Depresiasi Rupiah Terhadap Dolar AS Masih Akan Berlanjut

Depresiasi Rupiah Terhadap Dolar AS Masih Akan Berlanjut

Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), masih berlanjut.  Pada Senin 8 Oktober 2018 rupiah nyaris menyentuh level Rp15.200.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, rata-rata nilai tukar rupiah awal pekan ini, berada di level Rp15.193 per dolar AS atau melemah dibandingkan akhir pekan lalu, Jumat 5 Oktober 2018, di level Rp15.182 per dolar AS.

Menurut Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) Tbk, David Sumual, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan berlanjut. Setidaknya akan berlangsung selama sepekan ke depan, karena berbagai sentimen negatif masih terjadi.

“Saya pikir, rupiah masih melemah di kisaran Rp15.200 sampai Rp15.300 dalam jangka pendek. Seminggu ke depan,” ujar David, Senin.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) Tbk, David Sumual
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) Tbk, David Sumual

David melanjutkan, sentimen negatif itu sebetulnya sudah terasa sejak pekan lalu. Hal itu terlihat dari cadangan devisa akhir September, yang turun US$3,12 miliar ke level US$114,8 miliar.

“Terus di awal minggu ini, juga beritanya kurang baik ya. Terutama, dari Amerika itu angka penganggurannya kan turun di bawah ekspektasi lagi, 3,6 persen,” ucapnya.

Artinya, sambung David, daya serap tenaga kerja dari ekonomi AS masih sangat baik, sehingga kembali membuka kemungkinan Bank Sentral AS, The Fed yang akan terus menaikkan suku bunga.

“Kemudian juga, ada perkembangan negatif juga dari China. Mereka menurunkan giro wajib minimum yang harus ditaruh di perbankan, di bank sentral sana. Artinya, likuiditas di sana semakin melimpah dan artinya Yuan kecenderungan akan melemah,” kata David.

Hal itu terlihat dari pelemahan nilai tukar Yuan terhadap dolar AS pada hari ini, yang sudah melemah. “Kita lihat Yuan di pasar offshore sudah dibuka 6,9 atau melemah sekitar 0,3 persen,” tutur David.