NasionalopiniPilpres 2019

BECIK KETITIK, OLO KETORO

BECIK KETITIK, OLO KETORO

Kesaksian Sang Alang pencipta lagu fenomenal #2019GantiPresiden berkaitan perubahan lirik lagu baru untuk kampanye Prabowo Sandi adalah hal yang menarik. Sewaktu dia menyodorkan lirik ke Prabowo, segera Prabowo mencorat-coret kata-kata dalam lirik yang sifatnya memiliki muatan menyindir atau menghina.

Sempat diprotes oleh Sang Alang karena sebelah selalu menghina dengan ledekan “Kardus…Kardus”. Prabowo menjawab dengan tenang “Biarkan saja mereka begitu, yang penting kita tidak”.

Jleb! Sang Alang terdiam.

Diberbagai kesempatan hal serupa juga dialami oleh Naniek S Deyang, wartawan senior yang juga dekat dengan Prabowo. Berkali-kali memberikan kesaksian bahwa Prabowo itu lembut seperti air dan hatinya seteguh Baja.

NSD berulang kali dibuat menangis oleh kelembutan hati Prabowo yang terus menerus diam ketika dihina dan difitnah.

Hanya kata-kata “Becik ketitik, Olo ketoro” yang keluar dari mulut prabowo padahal dia bisa membalas.

Ketika wifrida, TKW asal NTT yang lolos dari hukuman mati di Malaysia berkat tangan dingin Prabowo. Prestasi tersebut berubah menjadi fitnah dimana prabowo dibusukkan dengan berita anggapan pencitraan.

Bahkan media menghilangkan peran Prabowo seakan-akan tidak berperan apapun.

Prabowo hanya tersenyum simpul dan mengatakan “Becik ketitik, Olo ketoro”. Padahal puluhan milyard dana yang dikeluarkan Prabowo untuk menyewa pengacara top juga biaya lobby untuk membebaskan Wifrida.

BECIK KETITIK, OLO KETORO

Ketika Prabowo dihakimi sebagai penculik dan dalang kerusuhan 98 bahkan berujung pada pemberhentian jabatannya. Prabowo dengan lantang bersedia bertanggungjawab atas kesalahan anak buahnya. Prabowo dihakimi atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Bahkan Prabowo hingga sekarang tidak pernah menyalahkan atasannya yang memberikan instruksi tersebut. Prabowo tutup mulut.

Kenyataannya adalah Prabowo hanya mengamankan para aktifis dan kini aktifis yang dia selamatkan dengan sukarela bergabung bersamanya di Gerindra.

Menurut Cak Nun, kesalahan Prabowo adalah diperintahkan untuk mateni (membunuh) mahasiswa tersebut tapi malah menyalamatkan. Mungkin kalau mereka diamankan oleh tim diluar Prabowo akan beda nasibnya. Pantas saja mereka bergabung bersama Prabowo, mungkin sebagai balas jasa nyawanya diselamatkan.

BECIK KETITIK, OLO KETORO

Ketika Prabowo lebih memilih memulai kehidupan barunya sebagai pengusaha di timteng khususnya yordania. Rakyat Indonesia terus menerus dicekoki oleh berbagai fitnah seakan-akan semua keburukan di Indonesia adalah ulah Prabowo. Dan ketika Prabowo dimintai komentarnya, hanya menjawab “Becik ketitik, Olo ketoro”.

Entah terbuat dari apa hati Prabowo. Semua serangan ke dirimu engkau diamkan dan hanya berucap “Becik ketitik, Olo ketoro”.

Dalam dunia sufi atau makrifatullah, ini adalah maqom ikhlas. Maqom khusus orang-orang terpilih. Pantas saja gusdur mengatakan bahwa orang paling ikhlas di Indonesia adalah Prabowo.

Kita beruntung bisa menyaksikan semua ini, menyaksikan legenda hidup kita memberikan suri tauladannya. Dan berdoalah semoga kita tidak mengalami cobaan yang sama, karena maqom Prabowo berbeda dengan maqom kita.

“Becik ketitik, Olo ketoro” memiliki arti Yang baik akan terlihat dan yang buruk akan ketahuan. Dan anda harus bersabar serta memasrahkan ketika semua keburukan yang ditimpakan ke anda kepada Sang Penguasa Alam Semesta.

Membayangkannya saja, Saya tidak sanggup.Kalian?