BisnisEkonomi

Misi Dagang Indonesia Ke Tunisia Catat Transaksi Potensial USD2,74 Juta

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memimpin misi dagang Indonesia ke Tunisia dan berhasil membukukan transaksi potensial sebesar USD 2,74 juta, atau sekitar Rp37,8 miliar. Misi dagang ini berlangsung pada 24-26 Juni 2018 dengan membawa 22 pelaku usaha Indonesia dari 11 perusahaan dari berbagai sektor.

“Misi dagang ke Tunisia berhasil mencatatkan transaksi potensial sebesar USD 2,74 juta yang diperoleh dari one on one business matching. Transaksi berasal dari produk tuna, rempah-rempah, kopi, aksesori kamar mandi, dekorasi rumah, dan perhiasan,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda dari Maroko, Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Transaksi ini, lanjut Arlinda, masih akan terus bertambah seiring dengan dicapainya kesepakatan- kesepakatan dagang yang saat ini masih dalam proses negosiasi. “Ada potensi transaksi dari misi dagang Tunisia yang masih dalam proses negosiasi yaitu untuk produk kelapa sawit,” imbuh Arlinda.

Keberhasilan misi dagang di Tunisia menunjukkan bahwa ada peluang besar bagi produk-produk unggulan Indonesia untuk diekspor ke Tunisia.

Misi Dagang Indonesia Ke Tunisia Catat Transaksi Potensial USD2,74 Juta

“Peluang ekspor bagi produk-produk unggulan Indonesia masih dapat terus dimaksimalkan. Apalagi saat ini Indonesia dan Tunisia sudah memulai perundingan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) yang dapat lebih meningkatkan perdagangan kedua negara,” jelasnya.

Arlinda juga kembali mengingatkan bahwa Tunisia bisa menjadi pintu masuk (hub) bagi perdagangan Indonesia ke kawasan Afrika dan Eropa. Demikian juga dengan Indonesia yang dapat menjadi hub bagi perdagangan Tunisia ke negara-negara ASEAN.

Selain itu, pada one on one business matching juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Promosia Global Sarana dengan Olfa Jomma untuk produk dekorasi rumah, gift, dan aksesori kamar mandi.