Pilkada 2018

Aswari Riva’i Bertekad Berantas Kemiskinan

Jumlah penduduk miskin di tengah Sumatera Selatan (Sumsel) masih terkategori besar jumlahnya. Menurut catatan Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Sumsel hingga September 1917 lalu mencapai 1.086.86 orang (13,10%). Jika dirinci, kemiskinan di perkotaan mencapai 12,36%, sedangkan di pedesaan sebesar13,54%.

Memang, angka tersebut terjadi penurunan dari setahun lalu. Tetapi jumlah angka kemiskinan yang bertengger itu tetap merupakan persoalan yang memprihatinkan dan karenanya harus segera diatasi. Dan sebagai calon Gubernur Sumsel tentu Aswari dan wakilnya (Irwansyah) bukan hanya bicara prihatin, tapi terpanggil untuk menyelesaikan persoalan potret sosial – ekonomi yang mengenaskan itu.

“Catatan tentang kemiskinan itu – atas nama sikap kemanusiaan dan empati – harus kita hadapi dengan serius. Dan hal ini haruslah menjadi keterpanggilan bagi siapapun yang akan memimpin Sumatera Selatan yang siap menggantikan Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel sekarang. Tidak ada kata lain bagi kepala daerah atau yang akan menjadi kepala daerah kecuali harus terpanggil untuk mengatasi kemiskinan itu. Dan itulah fungsi dan peran kekuasaan”, ujar Aswari Riva`i yang siap memimpin Sumsel.

Perlu digaris-bawahi, masyarakat miskin dari sisi usia itu warna-warni. Sebagian memang dalam usia lansia dan sebagian lagi produktif. Sebab itu, kebijakannya tidak dapat dipukul rata. Harus ada perlakuan yang berbeda di antara masyarakat miskin berusia lansia dan yang produktif itu.

Terkait masyarakat miskin berusia lansia, kebijakan dasar Aswari adalah kepedulian langsung, bersifat santunan (charity) total. Jika Pemerintah Pusat menelorkan kebijakan pukul rata dalam hal pemberian bantuan tunai kepada seluruh penduduk miskin, maka Pemrpov Sumsel ke depan secara khusus merancang kebijakan yang benar-benar melindungi kepentingan kaum miskin lansia. Jika mengutip konstitusi kita, maka kaum miskin lansia memang harus ditanggung negara dan seharusnya menjadi prioritas akibat ketidakberdayaannya.

Dan Pemerintah Daerah harus amalkan amanat konstitusi itu. Bantuk kongkretnya, APBD Provinsi Sumsel harus mengalokasikan anggaran yang jelas untuk kaum miskin lansia itu. Inilah bentuk kepedulian sekaligus rasa hormat kepada kaum lansia, yang bisa jadi di antara mereka sudah memberikan kontribusi besar bagi kepentingan daerah bahkan negara.

Aswari Riva’i Bertekad Berantas Kemiskinan

Sementara, untuk sasaran kaum miskin usia produktif perlu pendekatan lain, di antaranya, penyediaan lapangan kerja. Di mata Aswari dan Irwansyah yang sama-sama punya pengalaman bisnis, maka pendekatan penyediaan lowongan kerja tidaklah sulit. Diawali dengan penggerakan roda pembangunan di seluruh sektor di tingkat provinsi sampai pedesaan, maka di sana terlihat jelas pengaruhnya: akan terjadi permintaan tenaga kerja yang tidak sedikit.

Inilah di antara konsep solusi untuk atasi potret kemiskinan usia produktif. Pelibatan mereka dalam kerja menjadi celah penting untuk mengikis kemiskinan itu. Dengan program pembangunan yang menyeluruh wilayah Sumsel, maka sasaran kemiskinan kota dan desa bisa terjawab.

Tentu, arah kebijakan pengentasan kemiskinan tidak hanya itu. Konsep pemberdayaan ekonomi melalui usaha-usaha mendiri menjadi program strategis dan penting. Landasannya, tingkat permintaan ekonomi dalam banyak hal (komoditas apapun dan atau jasa) juga cukup tinggi. Sebab itu upaya membangun usahawan di tingkat mikro menjadi bagian penting untuk ikut mengatasi protret kemiskinan itu.

Di mata Aswari, kekuasaan harus diterjemahkan sebagai mandat sah rakyat untuk berbuat jauh dalam menciptakan kesejehtaraan, di samping kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti kecerdasan, keamanan dan kenyamanan. Maka, sungguh keliru jika mengejar kekuasaan untuk memuaskan libido kekuasaan semata hanya lantaran fasilitas yang menggiurkan.

Jika arah politiknya untuk mengeksploitasi kekuasaan demi kepuasan diri dan atau kelompoknya, maka ia pasti akan berhadapan dengan kekecewaan rakyatnya. Lebih dari itu perilaku kekuasaannya hanyalah akan mengantarkan dirinya ke jeruji besi lantaran hukum memang akan menguntitnya.

“Untuk itu, sekali lagi, sang kepala daerah harus committed untuk jalankan fungsi kekuasaannya demi kepentingan rakyatnya. Dan inilah pengorbanan sang pemimpin, dari sisi waktu, tenaga dan pikiran. Dan pengorbanan ini merupakan konsekuensi pilihan politik yang diambilnya. Sebagai seorang yang konsekuen, ketika terpilih, ia harus menunjukkan pengorbanan itu secara riil, bahkan dituntut sampai berhasil”, tegas Aswari.

Kini, sektor bisnis apa yang harus digenjot? Dalam kaitan itu, Pemprov. Sumsel di bawah kepemimpinan Aswari-Irwansyah pasti tergerak untuk mencetak para pribadi usahawan, mulai tingkat pedesaan sampai wilayah provinsi harus digalakkan. Sebab itu Pemprov punya tugas bagaimana memberikan pelatihan teknis, membangun akses pasar atau relasi, bahkan akses permodalan.

Pemprov Sumsel akan tampil terdepan untuk agenda pemberdayaan ekonomi itu. Implikasinya jelas: di satu sisi akan terjadi pengikisan jumlah kemiskinan yang kini masih tinggi. Di sisi lain, terjadi proses peningkatan kesejahteraan. Inilah tekad Aswari-Irwansyah saat mengemban amanah sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel. Insya Allah segera terwujud.