Internasional

AS Memblokir Penyelidikan Independen Terkait Kekerasan di Gaza

Amerika Serikat (AS) memblokir pernyataan Dewan Keamanan (DK) PBB yang menyerukan penyelidikan independen terhadap kekerasan di Gaza. Sedikitnya 17 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.400 orang terluka dalam aksi kekerasan di tepi Jalur Gaza.

Pasca konfrontasi pada hari Jumat (30/3/2018) lalu, Kuwait menyusun pernyataan yang meminta DK PBB untuk mengambil tindakan. Tetapi salah satu pernyataan DK PBB yang meminta adanya penyelidikan independen ditolak oleh AS.

“Tidak jelas apakah negara-negara lain juga mengajukan keberatan,” ujar diplomat PBB kepada CNN, Senin (2/4/2018). Jika satu negara keberatan, maka pernyataan itu tidak bisa diadopsi.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon

Tetapi Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengajukan protes ke DK PBB karena mengadakan sidang darurat pada malam pertama Passover – hari libur besar Yahudi – menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Misi PBB Israel pada hari Minggu.

Danon mengklaim Kuwait dengan sengaja menyerukan sesi itu sementara Misi PBB Israel memperingati Passover, sehingga menghalangi partisipasi mereka sementara mereka memperingati hari raya keagamaan.

“Langkah itu mengeksploitasi aturan prosedural dan bertentangan dengan semangat PBB,” menurut pernyataan Misi Israel di PBB.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sudah menyerukan penyelidikan independen atas kekerasan hari Jumat. Guterres membuat komentarnya pada Jumat malam sebelum pertemuan darurat DK PBB untuk mengatasi masalah itu. Juru bicara PBB Farhan Haq menyampaikan pernyataannya kepada media.

“Tragedi ini menggarisbawahi urgensi revitalisasi proses perdamaian yang bertujuan menciptakan kondisi untuk kembali ke perundingan bermakna untuk solusi damai yang akan memungkinkan Palestina dan Israel untuk hidup berdampingan dengan damai dan dalam keamanan,” kata Guterres.

Dalam pernyataan yang ditunjukkan kepada CNN, lima poin pernyataan, satu berasal dari anggota Dewan Keamanan menyerukan penyelidikan independen dan transparan terhadap kekerasan hari Jumat di Gaza. Pernyataan ini menambahkan untuk penghormatan terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional, termasuk perlindungan warga sipil.

Namun demikian, Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, menolak mentah-mentah permintaan untuk menyelidiki kematian warga Palestina yang tewas selama protes Jumat di Gaza.

Berbicara di Radio Angkatan Bersenjata Israel, Lieberman menyebut mereka yang menginginkan penyelidikan orang-orang munafik lantaran menyerang Israel sebelum menyelidiki pembunuhan besar-besaran orang Suriah dan kelompok lain.

Sementara itu, Wakil Koordinator Politik AS Warren Miller mengatakan AS fokus untuk mengambil langkah-langkah konkret dan jangka pendek yang akan meningkatkan kondisi ekonomi kemanusiaan di Gaza dan kehidupan orang-orang Palestina yang tinggal di sana.

“Kami juga bekerja keras untuk rencana perdamaian yang akan memberikan masa depan yang lebih cerah bagi keduanya, Israel dan Palestina. Kekerasan tidak memajukan tujuan tersebut,” tambah Miller.