Kesehatan

Berapakah Usia Normal Muncul Bau Badan Pada Anak?

Pada bayi yang normal, mereka tidak mempunyai bau badan. Bau badan normalnya akan terjadi saat anak memasuki usia puber atau menjelang remaja. Berapakah usia yang wajar ketika muncul bau badan pada anak? Simak ulasannya berikut ini dan langkah-langkah mengatasinya;

Berapakah Usia Normal Muncul Bau Badan Pada Anak?

Kisaran usia muncul bau badan pada anak

Ketika bayi dan balita tumbuh dewasa, mereka akan menjadi lebih aktif menjelajahi lingkungan sekitar untuk menambah pengetahun dan kemampuannya. Ini membuat mereka mudah berkeringat. Akibatnya, anak jadi lebih mungkin mengalami bau badan. Bedanya, bau badan pada anak tidak tercium jelas, beda dengan bau badan pada orang dewasa.

Tubuh manusia mempunyai dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Pada anak, kelenjar keringat yang aktif adalah kelenjar ekrin. Kelenjar tersebut berada di seluruh tubuh, yaitu di sekitar pori-pori kulit dan akan menghasilkan keringat berupa air ketika tubuh harus mempertahankan suhu tubuh yang ideal. Misalnya, ketika anak sedang demam atau ketika anak mencicipi makanan yang pedas.

Sementara kelenjar apokrin berada di sekitar rambut ketiak dan akan menghasilkan keringat setiap kali tubuh melakukan aktivitas fisik dan juga merasakan emosi seperti ketakutan, cemas, stres, atau mengalami rangsangan seksual. Keringat yang dihasilkan biasanya mengandung minyak, berwarna buram, dan tidak berbau.

Keringat akan menjadi bau saat bereaksi dengan bakteri yang menempel pada kulit. Oleh sebab itu, anak-anak yang sudah aktif lebih mudah terpapar bakteri dari lingkungan sekitarnya. Dilansir dari Mom Junction, bayi dan anak di bawah 8 tahun biasanya mempunyai keringat yang tidak berbau atau hanya berbau samar.

Tetapi, pada anak usia 8 hingga menjelang pubertas, bau keringat mereka mengalami perubahan. Muncul bau badan anak yang tidak sedap akan muncul saat usia 12 tahun atau saat remaja.

Anak perempuan cenderung mengalami perubahan menjelang pubertas lebih awal daripada laki-laki. Ini sebabnya, anak perempuan akan lebih dulu mempunyai perubahan bau keringat bahkan sekitar umur 8 tahun. Sementara, anak laki-laki yang umumnya akan mengalami perubahan bau keringat pada usia 9 tahun.

Selain aktivitas dan banyaknya bakteri, bau badan pada anak yang tidak normal bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi tubuh lainnya. Untuk itu, bila bau badan terjadi lebih awal dari seharusnya, ini perlu diatasi dan dicegah. Penyebab bau badan anak yang bisa dicegah dan lebih mudah diatasi sendiri, meliputi:

  • kebersihan tubuh yang buruk
  • kondisi pakaian atau sepatu yang tidak bersih
  • mengonsumsi makanan yang memicu bau badan

Sementara, untuk bau badan yang disebabkan oleh penyakit harus mendapatkan pengobatan dari dokter untuk mengurangi gejala penyebab bau badan. Jangan melakukan pengobatan tanpa rekomendasi dokter yang dapat memperparah kondisinya.

Bolehkah anak pakai deodoran untuk mengatasi bau badannya?

Bila bau badan terjadi padahal anak belum mencapai usia pubertas, sebagai orangtua Anda dapat mencegah dan mengatasinya dengan mengajarinya cara mandi yang bersih dan rutin. Perhatikan juga kebersihan pakaiannya dan jenis makanannya, misalnya membatasi makanan yang mengandung bawang, daging merah, atau susu sapi.

Jika tidak berhasil, mungkin memakai deodoran bisa membantu. Tetapi, perlu diketahui ada batasan usia ketika anak boleh menggunakan deodoran. Menurut Parents, anak usia 10 atau 11 tahun baru diperbolehkan memakai deodoran.

Sementara itu selain umur, pemilihan deodoran juga harus tepat. Sekarang ini, banyak deodoran yang dibuat khusus untuk anak. Jangan memilih deodoran yang mengandung paraben, aluminium, atau bahan kimia yang sifatnya alergen dan berbahaya. Anda juga dapat menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengganti deodoran buatan pabrik. Jangan lupa untuk selalu mengonsultasikan rencana Anda untuk mendapatkan rekomendasi dan saran yang tepat untuk mengatasi bau badannya.