Internasional

Matahari Bersinar Lebih Terik Saat 21 Maret 2018

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memprediksi fenomena Tanpa bayangan akan terjadi di kota-kota atau pulau-pulau di sekitar khatulistiwa. Peristiwa akan terjadi pada bulan April, Maret, September dan Oktober.

Lembaga itu menjelaskan bahwa ini terjadi karena Bumi bersirkulasi mengelilingi matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis-garis melingkar Bumi agak oval sehingga bumi kadang-kadang bergerak lebih cepat dan kadang-kadang bergerak lebih lambat.

Sejumlah kota yang akan mengalami fenomena ini termasuk Pontianak, Kalimantan Barat dan Denpasar, Bali.

Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto mengatakan pada 21 Maret di pagi hari, matahari akan berada tepat di atas khatulistiwa. Namun, matahari akan berada tepat di atas kepala pada siang hari.

“Pada saat itu, benda-benda yang berdiri tegak di khatulistiwa akan tampak hampir tidak memiliki bayangan,” kata Rhorom dalam pernyataannya, Jumat (16/3).

Meski demikian, kata dia, pohon-pohon rindang akan tetap memiliki bayangan selama terjadi fenomena tersebut.

Dia juga menegaskan ada dampak yang akan terjadi sekitar fenomena tersebut. Di antara mereka, matahari akan lebih panas ketika matahari berada di titik paling utara dan paling selatan.

“Matahari melintas di atas kepala sehingga matahari akan lebih intens pada saat solstice,” katanya.

Rhorom juga menegaskan dampak lain adalah tidak adanya perubahan gaya gravitasi bumi atau matahari. Selain itu, ada juga perubahan musiman di wilayah Indonesia.