Internasional

Penerbangan Non-Stop Pertama dari Perth ke London

 

Maskapai Australia, Qantas, mencatat sejarah baru penerbangan. Kemarin, Qantas untuk pertama kali terbang non-stop dari Perth, Australia, ke London, Inggris.  Penerbangan ini  memangkas waktu terbang sampai 4 jam dengan menghapus transit di Singapura atau Timur Tengah.

Penerbangan selama 17 jam 20 menit itu dioperasikan oleh Boeing 787-9 Dreamliner yang tiba di London pada pukul 5.05 pagi, mencakup jarak lebih dari 14.484 km. Jalur baru itu disebut layanan “Rute Kanguru”.

Perjalanan bersama Kapten Lisa Norman itu  menjadi penerbangan terjauh di dunia bagi jenis pesawat Boeing Dreamliner. Ini juga merupakan penerbangan terpanjang kedua di dunia setelah layanan Qatar Airways yang melayani rute antara Doha dan Auckland yang berjarak 14.529 km atau hanya lebih 31 km dibandingkan jarak dari Perth ke London.

Penerbangan Non-Stop Pertama dari Perth ke London

“Penerbangan ini menandai hari bersejarah bagi penerbangan. Mulai hari ini penerbangan akan menjadi jalur pertama antara Australia dan Eropa yang pernah ada non-stop dalam penerbangan. Kami sangat gembira,” papar Chief Executive Officer (CEO) Qantas Alan Joyce, dikutip kantor berita Reuters.

Sekitar 730.000 turis Inggris mengunjungi Australia setiap tahun dan layanan baru itu mampu mendorong minat di negara bagian Australia Barat yang terkenal dengan pantai timurnya. “Akan ada lebih banyak peluang dibandingkan sebelumnya bagi kami untuk menunjukkan dan menyoroti semua bagian terbaik Australia, termasuk beberapa bagian ikonik dan paling hebat dari Australia Barat,” ujar Menteri Pariwisata Australia Steven Ciobo.

Layanan penerbangan ini merupakan pengubah permainan. “Untuk memiliki peluang naik pesawat di Heathrow dan keluar di Perth merupakan fenomena yang luar baisa dan saya yakin kami akan melihat banyak dan banyak orang mengambil keuntungan itu,” kata Komisioner tinggi untuk Australia di Inggris, Mena Rawlings.

Jalur baru ini merupakan bagian dari rencana ambisius Qantas yang diungkap 2 tahun lalu untuk menambah penerbangan ultra-jauh dalam jadwal global. Ini akan termasuk penerbangan non-stop dari pantai timur Australia ke Eropa yang akan dinamai “Proyek Matahari Terbit”.

Tahun lalu, CEO Qantas Alan Joyce menyatakan, “Penerbangan semacam itu merupakan perbatasan terakhir penerbangan global, penangkal tirani jarak dan revolusi bagi perjalanan udara di Australia.”

Qantas sebagai maskapai tertua kedua di dunia itu pertama kali mengoperasikan layanan “Rute Kanguru” dari Sydney ke London pada 1947 yang saat itu membutuhkan waktu 4 hari dan 9 transit.

Salah satu kekhawatiran utama maskapai asal Australia adalah meningkatkan kenyamanan untuk perjalanan ultra-jauh tersebut. Para penumpang akan menikmati kualitas udara yang lebih baik, kebisingan kabin yang lebih rendah dan turbulensi yang lebih sedikit.

Laporan Sydney’s Daily Telegraph mengungkapkan“Beberapa penumpang juga akan mengenakan peralatan monitor khusus sehingga para peneliti dari Universitas Sydney dapat mengumpulkan data tentang tidur mereka dan pola aktivitas, kondisi mental, pola makan dan hidrasi, sebelum, selama dan setelah penerbangan panjang mereka.”

Ini bukan pertama kali Qantas melayani penerbangan langsung dari Australia ke Eropa. Maskapai itu pada 2015 menerbangan layanan dari Perth ke Istanbul untuk membawa warga Australia ke Gallipoli, Turki, untuk memperingati satu abad sejak tentara dari Australia dan Selandia Baru bertempur di sana ketika Perang Dunia I.

Qantas juga menerbangan satu penerbangan penumpng non-stop dari London ke Sydney pada 1989 dengan pesawat Boeing 747.

Sebelum layanan baru Qantas itu, penerbangan terpanjang ke Inggris adalah rute sepanjang 11.708 km antara Heathrow dan Jakarta yang dioperasikan Garuda Indonesia. Qantas berencana mengenalkan penerbangan non-stop dari pantai timur Australia ke Inggris dalam beberapa tahun mendatang.

Beberapa penerbangan internasional non-stop terpanjang di dunia termasuk Qatar Airways yang melayani rute antara Doha dan Auckland sepanjang 14.529 km yang merupakan rute terpanjang di dunia dengan waktu tempuh 17 jam 40 menit.

Dan ada juga Emirates yang melayani rute antara Dubai dan Auckland sepanjang 14.200 km, United Airline melayani rute antara Los Angeles dan Singapura sejauh 14.000 km dan Qantas yang melayani rute antara Sydney dan Dallas sejauh 13.800 km.