Travel

Liburan Kedua Kalinya ke Taiwan, Bebas Visa Kunjungan

Belakangan ini pemerintah Taiwan, terus gencar mendatangkan wisatawan dari berbagai negara untuk berkunjung ke Taiwan. Wisatawan dari negara-negara Asia menjadi salah satu target pasar mereka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Director of Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Jack Hsiao, dalam acara press conference Taiwan Expo di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Kamis 22 Maret 2018.

Liburan Kedua Kalinya ke Taiwan, Bebas Visa Kunjungan

Untuk tahun ini pun pihaknya juga masih menjadikan negara Asia sebagai salah satu target untuk mendatangkan wisatawan ke negaranya.

Beberapa hal yang dilakukannya untuk tahun ini dalam menjaring wisatawan datang lebih banyak ke Taiwan, adalah dengan memberikan kebijakan bebas visa kunjungan ke Taiwan yang mulai diberlakukan sejak Juli tahun lalu.

“20 persen turis yang datang banyak dari negara-negara di Asia. Per Juli tahun lalu pun, kami sudah membuat kebijakan bebas visa kunjungan. Ini berlaku bagi untuk kedatangan mereka yang kedua kalinya,” ungkap dia, Kamis 22 Maret 2018.

Lebih rinci, dia menjelaskan, dari pasar Asia, Indonesia termasuk salah satu negara yang diincar oleh Taiwan. Untuk itu, pihaknya pun sudah melakukan sejumlah kebijakan penting salah satunya adalah melalui halal tourism. Hal ini, mengingat masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama muslim.

“Taiwan ingin memasarkan pariwisata ke berbagai penjuru termasuk di Indonesia. Tapi terkadang masyarakat Indonesia berpikir bahwa Taiwan hampir sama dengan China, banyak makanan yang tidak halal, sehingga mereka takut ke sana,” jelas dia.

Dia menambahkan, untuk itu pihaknya pun sudah mensosialisasikan bahwa Taiwan kini sudah ramah untuk wisatawan muslim. Mengingat wisata halal itu sebuah industri yang cukup besar maka dari itu perlu membangun fasilitas penunjang bagi wisatawan agar semakin banyak yang datang ke Taiwan.

“Kita sudah sosialisasikan bahwa Taiwan adalah negara yang ramah wisatawan muslim. Kami punya hotel yang bersertifikat halal, restoran halal, jadi kami akan bantu menginformasikan mana saja restoran halal,” jelas dia.

Tidak hanya itu, untuk ke depan, pihaknya pun berencana mensertifikasi halal untuk rumah sakit dengan tujuan mengakomodir jikalau ada wisatawan, pelajar, dan warga asal Indonesia yang ada di Taiwan sakit.

Jack juga menjelaskan, “Jadi, kalau dirawat di rumah sakit, makanannya tidak akan tercampur dengan bahan tidak halal. Ini kita lakukan untuk bisa menarik wisatawan datang ke sana.”