Kesehatan

Usia Berapa Bayi Sudah Boleh Makan Durian?

Memilih buah untuk bayi tidak boleh sembarangan, meski semua buah sebenarnya bergizi dan mengandung vitamin serta mineral yang dibutuhkan si kecil. Bagaimana dengan buah durian? Mungkin Anda pernah berpikir untuk memberikan bayi Anda durian, tapi apakah boleh? Kapan bayi sudah boleh makan durian?

Kapan Bayi Sudah Boleh Makan Durian?
Usia Berapa Bayi Sudah Boleh Makan Durian?

Usia berapa bayi sudah boleh makan durian?

Sebenarnya belum ada penelitian yang pasti untuk menjawab pertanyaan ini. Tetapi, memasuki usia satu tahun, bayi sudah diperbolehkan untuk makan makanan keluarga, tapi tetap perhatikan tekstur makanan yang masih agak lunak. Si kecil baru akan menerima makanan keluarga dengan baik ketika ia berusia 2-3 tahun.

Jadi, kemungkinan Anda sudah bisa memberikan makan durian untuk si kecil setelah usia 2-3 tahun. Anda bisa mengenalkan rasa durian pada si kecil dengan porsi kecil, tidak berlebihan. Lebih baik sebelum Anda memberikan makan durian untuk anak, konsultasikan dulu dengan dokter anak Anda.

Faktanya, bayi di bawah usia 1 tahun tidak dianjurkan untuk makan durian lantaran buah ini mengandung serat yang cukup tinggi. Menurut Litbang Kementerian Pertanian, dalam 100 gram daging buah durian terkandung 3,5 gram serat. Selain itu ada 2,5 gram protein, 28 gram karbohidrat, dan 3 gram lemak. Durian juga mengandung vitamin C dan beta-karoten, serta beberapa mineral penting seperti kalsium, fosfor, zat besi, natrium, dan kalium.

Mengonsumsi makanan dengan serat yang tinggi pada bayi bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung dan sembelit.

Kandungan gula dalam durian juga terbilang tinggi, meskipun rasanya tidak terlalu manis. Durian mengandung gula sederhana, sukrosa, fruktosa, dan glukosa, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah pada bayi Anda. Mengonsumsi gula terlalu banyak sejak bayi dapat menyebabkan obesitas dan juga meningkatkan risiko diabetes.

Bagaimana cara memilih buah yang tepat untuk bayi?

Saat bayi Anda menginjak usia sekitar 4-6 bulan, Anda biasanya dapat menambahkan makanan padat yang dihaluskan pada menu makannya, termasuk buah. Anda tidak harus memberi bayi semua jenis buah untuk permulaan. Cukup pilih beberapa jenis buah saja sebagai perkenalan.

Pilihlah buah yang lembut sehingga mudah dicerna oleh si kecil. Sebab ia masih sulit untuk menelan dan mencerna makanan yang sifatnya keras.

Pepaya atau pisang bisa menjadi pilihan yang baik. Pepaya termasuk makanan ideal untuk pencernaan karena mudah untuk ditelan. Buah ini kaya vitamin C dan beta-karoten. Vitamin C dalam tubuh juga bisa membantu dalam penyerapan zat besi dan meningkatkan sistem imun tubuh. Selain itu, pepaya juga mengandung enzim yang dapat membantu pencernaan.

Pisang mengandung gula yang lambat dicerna, sehingga menyediakan energi yang lebih tahan lama. Buah ini juga bisa dijadikan makanan bayi yang mudah dibawa ke mana saja, karena pisang tersedia dalam bentuk yang mudah dikupas sendiri. Buah kuning ini juga baik untuk pengobatan diare dan sembelit. Selain itu, Anda bisa memberikan si kecil buah pir, aprikot, blewah, blueberry, atau persik.

Hindari memberikan bayi buah yang sangat asam, seperti jeruk atau stroberi, sampai usianya mendekati satu tahun. Makanan yang asam bisa menyebabkan ruam popok yang menyakitkan.

Berikan bayi Anda satu buah baru setiap kalinya, lalu tunggu 2 atau 3 hari sebelum Anda mengenalkan buah lainnya. Perhatikan reaksi setelah memberi makan bayi buah baru untuk pertama kalinya.

Jika ia mengalami ruam, diare, atau muntah, sebaiknya jangan menawarkan lagi buah itu dan coba diskusikan dengan dokter anak Anda.

Tips memilih makanan untuk bayi

Pada usia satu tahun, si kecil sudah bisa mengunyah makanan padat seperti nasi, daging, telur, ayam, brokoli, apel, melon, semangka, dan lainnya. Anak harus makan sebanyak 3 kali per hari, ditambah 2-3 kali camilan agar kebutuhan kalori tersebut tercapai. Kalori ini bisa didapat dari sayuran, buah-buahan, makanan sumber karbohidrat, makanan sumber protein hewani dan nabati, serta susu.

Batasi makanan manis dan makanan dengan kalori kosong untuk diberikan ke anak. Selain karena makanan tersebut kurang bergizi, sering memberikan makanan manis juga dapat merusak kebiasaan makan anak yang sehat. Dikhawatirkan, anak akan lebih suka makan makanan manis dan tidak ingin makan jika diberi makanan dengan rasa yang kurang kuat atau hambar, seperti sayuran dan buah-buahan.