Kesehatan

Sakit Pneumonia, Bisa Diobati di Rumah Saja Atau Perlu Diopname?

Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang diakibatkan oleh infeksi — bisa oleh bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Pneumonia lebih umum terjadi pada orang-orang lanjut usia, namun pada dasarnya siapapun bisa saja terserang pneumonia saat daya tahan tubuh sedang menurun. Gejala pneumonia yang paling umum adalah demam (bisa mencapai lebih dari 40ºC), batuk berdahak yang kadang bisa disertai darah, sesak napas, dan nyeri dada. Bila Anda curiga Anda sakit pneumonia, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Sakit Pneumonia, Bisa Diobati di Rumah Saja Atau Perlu Diopname?

Sakit pneumonia, bisa diobati di rumah saja atau perlu diopname?

Mengobati pneumonia sebenarnya bisa dilakukan baik di rumah maupun di rumah sakit, tergantung dari kondisi tubuh Anda saat ini dan seberapa parah gejalanya.

Jika dokter menilai bahwa penyakit Anda tidak terlalu parah, kemungkinan besar dokter hanya akan meresepkan antibiotik untuk dibawa pulang. Antibiotik yang paling sering diresepkan dokter untuk mengobati pneumonia adalah amoxicillin (dengan atau tanpa Clavulanat) atau obat golongan cefalosporin generasi III, seperti eftriaxone atau cefotaxime. Pemberian antibiotik juga bisa dikombinasikan dengan antibiotik golongan makrolide seperti azitromicin, erythromycin atau clarithromycin.

Penting untuk memahami dan menuruti setiap instruksi dokter mengenai dosis dan tata cara minum obatnya supaya Anda bisa cepat sembuh. Pastikan pula Anda menghabiskan antibiotik tersebut sesuai jangka waktu yang sudah ditentukan dokter.

Selain meresepkan obat, dokter umumnya juga akan menyarankan Anda untuk banyak beristirahat di rumah. Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa. Pasalnya, gejala pneumonia bisa sangat melemahkan. Anda perlu benar-benar istirahat total selama beberapa minggu sampai kondisi Anda membaik. Lakukanlah aktivitas secara bertahap dan perlahan sampai tubuh Anda sudah pulih total.

Untuk menurunkan panas demam dan nyeri, Anda bisa minum obat paracetamol yang dijual bebas di warung atau apotek. Jangan lupa untuk memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Selama di rumah, jangan lupa juga untuk memakai masker untuk mencegah penularan ke anggota keluarga lainnya ketika Anda batuk.

Umumnya sakit pneumonia bisa sembuh dalam 2 sampai 3 minggu dengan pengobatan sederhana di rumah. Pada orang dewasa yang usianya lebih tua dan orang dengan masalah kesehatan lainnya, pemulihan mungkin memakan waktu sekitar 6-8 minggu atau lebih.

Lalu, kapan harus opname kalau terkena pneumonia?

Jika gejala makin memburuk atau demam terus naik melebihi 40ºC meski sudah minum obat, sebaiknya segera minta opname di rumah sakit. Bila Anda dirawat di rumah sakit, Anda akan dilatih oleh fisioterapis untuk mengatur teknik batuk agar Anda bisa mengeluarkan dahak secara lebih efektif dan bisa batuk tanpa merasa terlalu kesakitan.

Jika Anda mengalami sesak napas, Anda mungkin dipasangkan selang oksigen untuk membantu pernapasan Anda. Anda mungkin juga menerima antibiotik melalui infus. Pemasangan infus juga dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh selama Anda diopname.

Orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya memang lemah; mempunyai penyakit jantung atau kondisi paru-paru lainnya; dan orang-orang yang sudah sangat sakit sebelum sakit pneumonia kemungkinan besar akan langsung diopname di rumah sakit begitu didiagnosis pneumonia oleh dokter. Bayi, anak kecil, dan orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas juga berisiko tinggi untuk diopname ketika sakit pneumonia, terlepas dari kondisi tubuh dan keparahan gejalanya.

Adakah yang bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia?

Anda dapat menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko sakit pneumonia, antara lain seperti:

  • Mengonsumsi makanan-makanan yang sehat
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, setelah berkebun, sebelum dan setelah menyiapkan makanan atau memasak, setelah memegang sampah, setelah batuk atau bersin, dan waktu-waktu lainnya.
  • Tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan.
  • Berolahraga secara teratur dan beristirahat bila lelah.