Internasional

Ketegasan Lebanon Siap Berperang dengan Israel

Jenderal Joseph Aoun, Panglima militer Lebanon kembali menegaskan, pihaknya siap untuk mengerahkan segalanya untuk mempertahankan kedaulatan mereka dari kemungkinan agresi yang dilakukan oleh Israel. Pernyataan Aoun ini datang di tengah terus memburuknya hubungan antara Lebanon dan Israel.

Panglima militer Lebanon, Jenderal Joseph Aoun menegaskan, pihaknya siap untuk mengerahkan segalanya untuk melawan agresi yang dilakukan oleh Israel

Dalam sebuah pernyataan, Aoun menuturkan, pasukan yang berada di bawah komandonya sudah dalam posisi siap untuk perang. Oleh sebab itu, pasukannya tidak akan terkejut jika diminta untuk berperang dengan Israel.

“Tentara mempertahankan kesiapannya di perbatasan selatan untuk menghadapi agresi militer Israel atau upaya untuk merambah sebagian wilayah dan perbatasan maritim kami,” kata Aoun dalam pernyataannya.

“Tentara memiliki kemauan penuh untuk mempertahankan hak Lebanon melalui semua sarana dan kemampuan yang ada, tidak peduli berapa banyak ancaman dan provokasi musuh dapat meningkat,” sambungnya.

Beberapa waktu lalu Israel sendiri menyatakan, jika perang berikutnya dengan Lebanon pecah, pasukan keamanan Israel (IDF) akan merespons dengan kekuatan maksimum dalam jumlah waktu minimum.

Pada tahun 2006 konflik besar terakhir antara Israel dan Lebanon pecah. Konfrontasi militer, yang merupakan Perang Lebanon Kedua di Israel dan Perang Juli di Lebanon, berlangsung 34 hari dan berakhir dengan gencatan senjata yang diperantarai PBB.

Menurut pejabat setempat yang dikutip oleh sebuah laporan PBB, konflik tersebut merenggut nyawa 1.191 orang Lebanon dan mengakibatkan lebih dari 4.400 orang terluka. Lebih dari 900.000 orang Lebanon harus meninggalkan rumah mereka lantaran permusuhan. Sementara Israel dilaporkan kehilangan kurang dari 200 orang dalam konflik tersebut, menurut berbagai sumber, dengan sebagian besar dari mereka adalah tentara.