Nasional

Peran Aktif Masyarakat Dalam Menjaga Lingkungan dari Ancaman Hoax

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, masyarakat terus diingatkan untuk mewaspadai dan tidak menyebarkan berita palsu atau hoax melaluii media sosial (medsos).

Ilustrasi

Demi tegaknya bangsa Indonesia dari ancaman perpecahan akibat hoax, ajakan tersebut bertujuan supaya kerukunan antarsesama umat manusia tetap terjaga dengan baik

Untuk menangkal bahaya hoax, masyarakat dituntut aktif melakukan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di medsos sebagai langkah dini menjaga persatuan dan kesatuan.

“Masyarakat harus menyadari bahwa menyebarkan hoax pastinya mengancam kehidupan dan persatuan bangsa. Jangan lagi menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya, apalagi menjelang pelaksanaan pilkada serentak. Masyarakat justru harus aktif menjaga lingkungannya dari hoax,” ujar anggota Komisi III DPR, Tb Soenmandjaja.

Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati saat menerima informasi. “Harus pandai-pandai mencari informasi bahkan bisa dikatakan harus melakukan cek dan cek ulang. Karena dalam agama dikatakan tabbayun untuk mau melakukan cek dan cek ulang atas semua berita,” ujarnya.

“Masyarakat bisa melaporkan ke Babinsa atau Babinkamtibmas di desa masing-masing. Biar berita itu tidak menyebarluas dan menjadi fitnah, ini perlu dilakukan. Kalaupun berita tersebut benar pastinya tidak berimbas negatif di masyarkat,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada kontestan-kontestan Pilkada bahwa kemenangan bukan bersifat pribadi atau kelompok tertentu. Menurut dia, kemenangan kontestan dalam pilkada merupakan kemenangan Indonesia.

“Itu yang perlu disepakati bahwa kemenangan dalam pilkada nanti bukanlah kemenangan parpol atau kemenangan perseorangan. Namun adalah kemenangan bersama, kemenangan Indonesia. Janganlah menyebarkan hoax yang dapat membuat masyarakat resah dan terpecah. Setelah terpilih nanti mari fokus kepada usaha-usaha yang bisa menyejahterakan rakyat,” ujarnya.