Pendidikan

Hadapi Perubahan Pola Pengajaran Perguruan Tinggi Harus Siap

Menteri Sekretaris Negara Pratikno baru saja mengisi kuliah umum tentang kehadiran Revolusi Industri 4.0 ke mahasiswa-mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Bagi Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang jadi moderator dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nur Rizal, pemahaman Revolusi Industri 4.0 itu memang sudah harus dimiliki perguruan tinggi.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno

Hal yang paling penting mempersiapkan diri terhadap perubahan-perubahan pola pengajaran yang kemungkinan memang bakal terjadi di dunia pendidikan. Apalagi dunia pendidikan Indonesia masih terkekang sistem yang belum menampung perubahan.

Rizal memperkirakan, konsep kelas tatap muka yang sudah bertahan di dalam dunia pendidikan Indonesia selama ini mengalami kepunahan. Saat ini, ia berpendapat cuma perguruan-perguruan tinggi yang fleksibel dan adaptif yang bertahan.

“Meskipun universitas-universitas itu kecil, tetapi mengadaptasi sistem online-online tersebut, mata kuliahnya sudah berbasis proyek,” ujar Rizal.

Artinya, tidak lagi mengandalkan berapa ratus satuan kredit semester (SKS) yang mesti didapat, berapa puluh kuliah yang mesti diikuti.

Rizal memperkirakan, bisa jadi di masa depan sistem pendidikan yang bakal diadopsi malah yang berbasis personalita. Sehingga anak-anak yang menuntut ilmu tersebut fokus mempelajari minat-minat mereka sendiri.

Dia mengingatkan jika di masa yang bakal datang bakal ada 52,6 juta jenis pekerjaan yang hilang.

Sedangkan pada masa mendatang, cuma ada 3,7 juta pekerjaan yang muncul pada Revolusi Industri 4.0