Ekonomi

Dampak Terpuruknya Ladang Minyak Libya, Harga Minyak Menguat

Harga minyak mentah menguat pada Sabtu (24/2/2018) dampak penurunan produksi minyak Libya dan pernyataan Arab Saudi, bahwa usaha OPEC untuk memangkas produksi si emas hitam masih berlanjut.

Harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate naik 78 sen atau 1,2% menjadi USD63,55 per barel. Harga WTI sudah menguat 3% pada pekan ini.

Harga minyak mentah menguat dampak penurunan produksi minyak Libya dan pernyataan Arab Saudi

Sementara itu, harga minyak Brent International naik 56 sen menjadi USD66,95 per barel pada pukul 1:10 ET. Harga minyak Brent juga telah naik sekitar 3% pada pekan ini.

Harga minyak menguat di akhir pekan, setelah penutupan ladang minyak El Feel di Libya, yang menghasilkan 70 ribu barel per hari. Sementara OPEC melancarkan pemangkasan produksi minyak sekitar satu juta barel per hari.

Meningginya harga minyak juga didukung oleh pernyataan Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, yang menyebut negaranya dan OPEC bakal tetap mempertahankan pemangkasan produksi. Setelah sempat kembung oleh peningkatan produksi minyak AS, hal ini demi menyeimbangkan pasar.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya termasuk Rusia sepakat untuk mengurangi produksi 1,8 juta bph sejak Januari 2017. Aksi ini sudah mengurangi 2% pasokan minyak di pasar global. Hal ini demi menyeimbangkan pasar yang kelebihan pasokan sehingga membuat harga minyak jatuh semenjak 3 tahun terakhir.

Kondisi di atas ditambah data dari Administrasi Informasi Energi, yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS secara tidak terduga turun 1,6 juta barel pada pekan lalu. Pasokan minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, untuk AS terus turun 2,7 juta barel pekan lalu.