KesehatanLife Style

Bahayakah Anak Kurang Tidur?

Tidak sedikit orang yang sulit untuk segera tidur di malam hari. Mereka sering kali merasa kesulitan memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh yang penat sesudah aktivitas padat sepanjang hari.

Bahayanya kurang tidur pada anak

Hal tersebut juga kerap terjadi pada anak-anak sehingga anak kurang mendapatkan kualitas tidur. Kondisi ini bisa berimbas pada kesehatan.

Mengutip Thehealtsite, anak yang kurang tidur ternyata bisa terkena kanker. Diawali dengan obesitas saat kecil dan berkembang saat beranjak dewasa, di mana sel kanker dalam tubuh berkembang.

“Obesitas pada masa kanak-kanak sangat sering menyebabkan obesitas dewasa. Hal ini menempatkan mereka pada resiko lebih besar untuk mengembangkan kanker terkait obesitas di masa dewasa,” kata Profesor dan Direktur Associate untuk Pencegahan dan Pengendalian Kanker di Virginia Commonwealth University, Bernard Fuemmeler.

Riset ini berdasarkan data 120 anak-anak dengan usia rata-rata 8 tahun, di mana ibunya sudah berpartisipasi di Studi Epigenetik. Studi ini menganalisa bayi yang baru lahir sebelum kelahiran dan pada masa kanak-kanak.

Untuk melacak siklus tidur-bangun, anak-anak memakai accelerometers terus menerus selama 24 jam sehari untuk jangka waktu minimal 5 hari. Mereka menemukan bahwa durasi tidur yang lebih pendek diukur dalam jam serta dengan skor zen BMI yang lebih tinggi (indeks massa tubuh disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin).

Setiap jam tidur tambahan dikaitkan dengan penurunan nilai zen BMI13 dan dengan penurunan lingkar pinggang sampai 1,29 cm. Ritme aktivitas istirahat yang lebih terfragmentasi dan variabilitas yang naik – ukuran frekuensi dan tingkat transisi antara tidur dan aktivitas – juga dikaitkan dengan lingkar pinggang yang lebih besar.

Dari hasil penelitian ini mendasari etiologi dan menunjukkan bahwa walaupun durasi tidur pentingl, memeriksa penanda kualitas tidur mungkin juga bermanfaat dalam merancang strategi pencegahan obesitas masa kecil.

“Hari ini, banyak anak yang tidak cukup tidur. Ada sejumlah gangguan, seperti layar di kamar tidur yang berkontribusi pada gangguan, tidur terfragmentasi. Ini yang terus berlanjut seiring berjalannya waktu, bisa menjadi faktor resiko obesitas,” terangnya.

Untuk itu, Fummler menyarankan supaya orang tua berperan aktif dalam menjaga kualitas anak. “Karena hubungani yang kuat antara obesitas dan berbagai jenis kanker, pencegahan kegemukan anak-anak adalah pencegahan kanker,” tukasnya.