Uncategorized

Teluk Tolo Sulawesi

Sulawesi memiliki bentuk pulau yang berbeda dengan pulau yang lain, karena didominasi oleh empat semenanjung, yaitu: Selatan, semenanjung Minahasa di Utara, semenanjung Timur, dan semenanjung Tenggara. Semenanjung-semenanjung tersebut dipisahkan oleh tiga teluk yaitu Teluk Tomini di timur laut, Teluk Tolo di tenggara dan Teluk Bone di selatan. Teluk Tolo, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Towori, adalah perairan yang terletak di antara semenanjung timur dan tenggara pulau Sulawesi, di Indonesia. Tidak seperti Teluk Tomini di utara, atau Teluk Boni ke barat daya.

Teluk Tolo tidak diakui sebagai teluk  oleh Organisasi Hidrografi Internasional. Sebaliknya, itu termasuk dalam wilayah Laut maluku. Pada kawasan teluk ini, terdapat sebuah pulau yang sangat indah, yang bernama Kepulauan Banggai. Walau pun banyak yang belum banyak yang mengetahui, Kepulauan Banggai memiliki potensi menarik wisata bahari, baik pasir putih maupun pantai bawah laut. Banggai Kepulauan memiliki  sekitar 120 kelompok pulau,  yang dibagi menjadi 5 pulau sedang dan 116 pulau kecil. Secara geografis, Banggai Kepulauan berbatasan langsung dengan Teluk Tomini di utara, Teluk Tolo di selatan, Selat Peling di barat, dan Laut Maluku di timur.

Pada kawasan teluk Tolo, terdapat beberapa tujuan wisata yang sayang untuk dilewatkan, misalkan pemandian Luk Panenteng, Bulangi Utara, keindahan danau Pai Sipuk di Desa Luk Panenteng atau hamparan pasir putih di sepanjang pantai Tebeabul, Tinangkung Utara, ditambah dengan susunan batu yang melambangkan cinta, yang terletak di Pantai Teduan, Ambelang. Di kepulauan di Teluk Tolo, itu adalah kawasan di wilayah Indonesia, yang memiliki tiga gugus karang yang berbeda, atau  atol, karang penghalang dan karang pantai yang merupakan habitat dari flora dan fauna laut. Terumbu karang atol ini berupa pulau karang di tengahnya yang merupakan danau yang dalam. Terumbu karang adalah deretan karang yang berbaris di sekitar pulau yang menyerupai benteng atau dinding di laut yang melindungi pulau dari gelombang laut. Karang ini berada pada kedalaman 200 mtr dan muncul di atas permukaan laut hingga beberapa meter.

 

Desa-desa di sekitar teluk Tolo dihuni oleh suku Da’a. Da’a adalah suku yang mendiami daerah pegunungan di sulawesi. Rumah-rumah di pepohonan masih ditemukan di desa Dombu sampai sekarang. Pada masa sekarang ini, frekwensi pelayaran KMP Teluk Tolo dinaikkan dari 27 kali perbulan, dalam alur pergi-pulang, menjadi 50 kali. Hal ini disebabkan karena permintaan masyarakat cukup tinggi,