Wisata

Candi Plumbangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur

Candi Plumbangan adalah sebuah candi yang terletak di Desa Plumbangan, Kecamatan Doko,  Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Untuk sekedar informasi, Kota Blitar adalah kota di ujung Selatan Provinsi Jawa Timur, yang memiliki ketinggian 165 meter di atas permukaan air laut. Kota Blitar banyak menyimpan benda bersejarah, yang berbentuk candi. Untuk itu, Kota Blitar memiliki julukan Kota Seribu Candi. Dari informasi yang terukir pada candi, maka di dapat keterangan bahwa candi-candi di daerah Blitar, adalah sebagai bukti, bahwa di kawasan ini pernah berdiri kerajaan: Kerajaan Kadiri, Singhasari, dan Majapahit

Pada kawasan wisata candi ini, bentuk bangunan candi ini berupa pintu gerbang Paduraksa atau dapat dijabarkan sebagai bangunan yang memiliki atap yang menyatu. Pada kawasan wisata candi ini, Pintu gerbang Candi Plumbangan ini memiliki puncak berbentuk kubus., yang dibuat dari batu andesit, dengan ukuran panjang 4,09 m, lebar 2,27 m dan tingginya 5,6 meter. Konon, batu andesit ini digunakan sebagai batu yang digunakan rumah-rumah atau peralatan rumagtangga pada zaman Prasejarah. Pintu gerbang memiliki sayap pada kanan kirinya dan tidak mempunyai relief, namun hanya mempunyai pelipit garis saja. Pada bagian atas ambang pintu terdapat pahatan angka tahun 1312 Saka, atau sekitar 1390 Masehi.

Demi menjaga keamanan, candi atau gapura ini dikelilingi dengan pagar kawat yang berduriSelain bentuk yang unik dari gapura, di kawasan wisata Candi Plumbangan terdapat peninggalan bersejarah, yang berupa candi, yaitu Prasasti Panumbangan, dan Candi Yoni. Hal yang menjadi keunikan lain dalam kisah candi ini adalah, candi ini terdapat dalam kitab suci Agama Budha, akantetapi, peninggalan yang terdapat dalam candi ini banyak yang merupakan penginggalan Agama Hindu. Salah satu contoh dari peninggalan Hindu di kawasan candi ini adalah Candi Yoni. Candi Yoni ini dianggap sebagai perwujudan Dewi Parwati, yang merupakan dewi bagi Agama Hindu. Candi tersebut telah dipugar pada tahun 1921. Kawasan Candi Plumbangan, pada zaman dahulu, dikenal dengan Desa Panumbangan. Desa ini terkenal sebagai tempat beribadah Agama Budha.

Candi ini menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Apabila dilihat dari pahatan angka tahun yang berada di candi ini, maka apabila kita kembali membaca buku sejarah Indonesia, dapat dikatakan bahwa,  candi ini dibuat pada masa Kerajaan Majapahitpadan masa kekuasaan Raja Wikramawardana. Konon, banyak yang mengatakan bahwa candi Plumbangan merupakan peninggalan sejarah lintas waktu, karena di dalam kawasan ini banyak peninggalan bersejarah, yang tahun pembuatannya berbeda-beda.